TERASBANDUNG.COM - Hotel Savoy Homann kembali mengambil peran strategis dalam penyelenggaraan Asia Africa Festival (AAF) 2026.

Menjelang pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli mendatang, hotel bersejarah di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, itu telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para tamu dari berbagai negara.

Tidak hanya menjadi lokasi menginap, Savoy Homann juga akan menjadi salah satu titik utama kegiatan resmi para delegasi selama rangkaian acara berlangsung.

Sejumlah kamar bahkan telah dipesan sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang mengusung semangat Konferensi Asia Afrika (KAA).

Baca Juga : OJK Jawa Barat Dorong Pelajar Jadi Generasi Cakap Finansial di Era Digital

Director of Sales Hotel Savoy Homann, Sonya Desti Maulana, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk mendukung kelancaran agenda internasional tersebut.

"Hotel Savoy Homann bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dalam mendukung penyelenggaraan Asia Africa Festival.

Para delegasi nantinya akan melaksanakan coffee morning dan briefing di Set Walk Resto sebelum melakukan historical walk," ujar Sonya pada Kamis, 2 Juli 2026.

Usai mengikuti historical walk, para delegasi dijadwalkan bergabung dalam karnaval Asia Africa Festival sebelum kembali ke hotel untuk menikmati jamuan makan siang di ballroom Savoy Homann.

Sonya juga mengungkapkan bahwa hotel telah menyiapkan akomodasi bagi tamu undangan dari berbagai negara.

"Kami membantu dan mendukung kebutuhan Pemerintah Kota Bandung, termasuk penyediaan kamar bagi para delegasi. Saat ini sudah lebih dari 11 kamar yang dipesan," katanya.

Jejak Sejarah KAA 1955

Nama Hotel Savoy Homann tidak bisa dipisahkan dari sejarah Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Bangunan ikonik ini pernah menjadi tempat menginap para kepala negara dan delegasi yang hadir dalam konferensi bersejarah tersebut.

Baca Juga : Oknum Polisi Aktif di Jawa Tengah Diduga Aniaya Wanita Selama Dua Tahun, Korban Alami Luka Bakar 47 Persen

Untuk mempertahankan nilai sejarahnya, hotel ini masih menjaga berbagai peninggalan yang menjadi daya tarik wisata. Terdapat sedikitnya tujuh titik bersejarah yang dapat dinikmati pengunjung.

"Di antaranya ada ucapan 'MOX SALVUS REDEAS' yang bermakna selamat datang kembali, kemudian mural sejarah, memorabilia, mobil antik yang dahulu digunakan mengantar para delegasi, Kamar Soekarno, Dasa Sila Bandung, dan Golden Book yang berisi jejak para tokoh penting dunia yang pernah menginap di sini," jelas Sonya.

Keberadaan berbagai koleksi tersebut menjadikan Savoy Homann bukan sekadar hotel, melainkan juga ruang yang merekam perjalanan diplomasi Indonesia bersama negara-negara Asia dan Afrika.

Warisan Arsitektur

Perjalanan Hotel Savoy Homann dimulai sejak 1871 saat pertama kali didirikan oleh keluarga Homann asal Jerman.

Bangunan ini kemudian mengalami transformasi besar pada akhir 1930-an melalui rancangan arsitek Belanda, Albert Frederick Aalbers.

Renovasi yang berlangsung pada 1936 hingga 1939 melahirkan desain bergaya Streamline Deco, yang hingga kini menjadi salah satu ikon arsitektur Art Deco di Indonesia.

Setelah pembaruan selesai, hotel resmi menggunakan nama Savoy Homann, dengan konsep bangunan yang modern dan mewah pada zamannya.

Baca Juga : 7 Rekomendasi Wisata Bandung Ramah Keluarga Saat Libur Sekolah 2026, Cocok untuk Anak hingga Orang Tua

Seiring perjalanan waktu, kepemilikan hotel sempat berganti beberapa kali hingga akhirnya dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI). Meski demikian, identitas Savoy Homann sebagai hotel bersejarah tetap dipertahankan.

Menjelang penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026, pihak hotel berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu maupun masyarakat Kota Bandung.

"Harapan kami, Asia Africa Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan semoga tidak hujan karena sebagian besar kegiatan dilaksanakan di jalan. Semoga masyarakat Bandung bisa menikmati konsep acara yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Bandung," tuturnya.

Melalui keterlibatannya dalam Asia Africa Festival 2026, Hotel Savoy Homann kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simbol sejarah Kota Bandung yang terus hidup.

Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel ini menjadi saksi perjalanan diplomasi dunia sekaligus penghubung semangat persahabatan bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang tetap relevan hingga saat ini.***