TERASBANDUNG.COM - Gelombang seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan RANS Entertainment semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi yang awalnya menjadi sorotan terkait penyelenggaraan RANS Carnival di Yogyakarta kini meluas hingga muncul ajakan kepada warganet untuk berhenti mengikuti atau melakukan unsubscribe kanal YouTube RANS Entertainment.
Polemik tersebut menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, mulai dari X, Threads, TikTok hingga Instagram. Sejumlah warganet menyuarakan kekecewaan dan mengajak masyarakat menunjukkan sikap melalui gerakan boikot terhadap aktivitas bisnis dan hiburan yang berkaitan dengan RANS.
Gelombang kritik ini mencuat setelah Raffi Ahmad menghadiri kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Kehadirannya dalam acara tersebut menuai sorotan, termasuk polemik mengenai dugaan pencatutan almamater kampus.
Raffi Ahmad kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai tamu undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan konsep kegiatan tersebut.
Meski sudah memberikan penjelasan, perbincangan dan kritik dari warganet masih terus bergulir.
RANS Carnival Jogja Jadi Sasaran Gelombang Boikot
Salah satu dampak yang paling terlihat dari seruan boikot tersebut terjadi pada penyelenggaraan RANS Carnival 2026 di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu awalnya menghadirkan konsep hiburan musik, wahana permainan, serta bazar UMKM.
Namun, menjelang pelaksanaannya, sejumlah musisi yang sebelumnya masuk dalam daftar pengisi acara justru mengumumkan pembatalan penampilan.
Beberapa nama yang memilih mundur di antaranya Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, Masdddho, Fourtune, dan sejumlah penampil lainnya.
Keputusan tersebut disampaikan melalui akun media sosial masing-masing. Sejumlah musisi menyebut pertimbangan keamanan, kenyamanan masyarakat, kondusivitas, serta penghormatan terhadap situasi sosial menjadi alasan mereka membatalkan keikutsertaan.
UMKM Ikut Mundur, Sejumlah Tenant Bongkar Stan
Gelombang boikot RANS Carnival tidak hanya berdampak pada pengisi acara musik. Sejumlah pelaku UMKM dan tenant kuliner juga memilih membatalkan keikutsertaan.
Beberapa pedagang bahkan telah menyiapkan stok produk dan bahan baku dalam jumlah besar sebelum akhirnya memutuskan mundur.
Nama tenant seperti Jeruk Lokal Maguwoharjo dan Cuann.king turut menjadi perhatian setelah mengunggah keputusan membatalkan partisipasi mereka.
Ada pula pelaku usaha yang sudah melakukan proses loading out atau membongkar stan dan membawa kembali perlengkapan dagangan.
Kondisi tersebut memunculkan simpati warganet. Sejumlah pengguna media sosial justru mengajak masyarakat membantu mempromosikan dan membeli produk UMKM yang terdampak agar modal serta persiapan yang telah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.
Ajakan Unsubscribe YouTube RANS Entertainment Ikut Ramai
Tidak berhenti pada RANS Carnival, seruan boikot juga meluas ke kanal digital milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Di media sosial mulai bermunculan ajakan kepada warganet untuk melakukan unsubscribe atau berhenti berlangganan kanal YouTube RANS Entertainment.
Gerakan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kekecewaan sebagian warganet terhadap Raffi Ahmad dan perusahaan hiburan yang dibangunnya.
Sejumlah pengguna media sosial menilai bahwa dukungan terhadap sebuah figur publik tidak hanya ditunjukkan melalui komentar, tetapi juga melalui keputusan untuk tidak lagi mengikuti konten dan aktivitas digitalnya.
Meski demikian, belum terdapat data terverifikasi yang memastikan besarnya penurunan jumlah pelanggan atau subscriber YouTube RANS Entertainment akibat seruan tersebut.
Karena itu, ajakan unsubscribe yang beredar di media sosial perlu dibedakan dari data aktual mengenai perubahan jumlah pelanggan kanal tersebut.
Raffi Ahmad dan RANS Entertainment Jadi Perbincangan Publik
Meluasnya seruan boikot memperlihatkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat berdampak terhadap berbagai lini bisnis dan aktivitas hiburan.
RANS Entertainment selama ini dikenal sebagai perusahaan hiburan yang mengembangkan berbagai kegiatan, mulai dari produksi konten digital, acara hiburan, hingga bisnis dan aktivitas komersial lainnya.
Kini, polemik yang menyeret nama Raffi Ahmad membuat RANS Carnival hingga kanal YouTube RANS Entertainment ikut menjadi perhatian masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, publik masih menantikan perkembangan selanjutnya, termasuk respons pihak RANS Entertainment terhadap gelombang kritik dan ajakan boikot yang ramai beredar di media sosial.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di era digital, respons masyarakat dapat berkembang dengan cepat dan memengaruhi citra sebuah merek maupun figur publik.