TERASBANDUNG.COM - Sebanyak 417 siswa dan guru dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Selasa, 27 Oktober 2026, ratusan orang yang diduga terdampak telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. Sebagian siswa maupun guru dilaporkan telah pulang ke rumah sebelum seluruh data korban terhimpun.

Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena melibatkan ratusan penerima manfaat program MBG di tiga sekolah sekaligus.

417 Siswa dan Guru Diduga Terdampak, Pendataan Terus Dilakukan

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan bahwa jumlah sementara warga sekolah yang diduga mengalami keracunan mencapai 417 orang.

Pemerintah daerah meminta aparat kewilayahan, mulai dari camat hingga kepala desa dan lurah, untuk membantu melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan siswa dan guru yang berpotensi terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan pemeriksaan atau perawatan medis.

Pendataan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui jumlah pasti orang yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Dinkes Kabupaten Bogor Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab kejadian yang menimpa siswa dan guru di tiga SMP negeri di Dramaga tersebut.

Pemeriksaan juga akan mencakup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat.

Selain menelusuri proses penyediaan dan distribusi makanan, sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab kejadian. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

Korban Mendapat Perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas

Para siswa dan guru yang mengalami keluhan dilaporkan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Karya Bhakti Pratiwi, RS Medika, serta beberapa puskesmas.

Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya memastikan seluruh warga yang mengalami gejala memperoleh pemeriksaan medis sesuai kebutuhan.

Masyarakat yang merasa tidak sehat setelah mengonsumsi makanan MBG sebaiknya segera menghubungi tenaga kesehatan, terutama apabila mengalami muntah berulang, diare berat, nyeri perut hebat, demam tinggi, atau tanda dehidrasi.

Penanganan medis diperlukan untuk mencegah kondisi memburuk, khususnya pada anak-anak yang lebih rentan mengalami komplikasi akibat kehilangan cairan.

Evaluasi Program MBG Jadi Perhatian

Dugaan keracunan yang melibatkan ratusan siswa dan guru ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Pengawasan perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan peralatan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah.

Makanan yang telah diolah juga perlu dijaga pada suhu penyimpanan yang sesuai agar risiko pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit dapat diminimalkan.

Hasil penyelidikan di Dramaga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga kini, penyebab dugaan keracunan MBG di Dramaga, Kabupaten Bogor, masih dalam penelusuran. Pengujian sampel makanan dan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab serta memastikan tindak lanjut yang tepat.