TERASBANDUNG.COM - Sepeda motor baru belum tentu selalu bebas masalah jika tidak dirawat dan digunakan dengan benar. Bahkan, sebelum usia pemakaian mencapai satu tahun, performa motor bisa mulai menurun apabila pemilik mengabaikan servis berkala, menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi, atau memiliki kebiasaan berkendara yang kurang tepat.

Perawatan motor sebenarnya tidak harus rumit. Pengendara cukup memahami cara menggunakan kendaraan sesuai petunjuk pabrikan dan disiplin melakukan pemeriksaan rutin.

Ada lima kebiasaan yang perlu diperhatikan pemilik motor baru agar performa kendaraan tetap terjaga dan risiko gangguan dapat diminimalkan.

1. Tidak Pernah Memanaskan Mesin Sebelum Digunakan

Sebagian pengendara terbiasa langsung menarik gas sesaat setelah menyalakan motor. Padahal, memberi waktu singkat agar mesin bekerja sebelum digunakan dapat membantu sirkulasi oli dan mempersiapkan mesin untuk beroperasi.

Pada motor modern, terutama yang menggunakan sistem injeksi, pemanasan mesin tidak perlu dilakukan terlalu lama. Umumnya, waktu singkat sekitar satu hingga dua menit sudah cukup sebagai panduan awal, tetapi tetap ikuti buku manual sesuai model motor.

Setelah itu, berkendaralah dengan halus pada awal perjalanan. Hindari langsung memacu mesin dengan putaran tinggi ketika kondisinya masih dingin.

2. Memanaskan Motor Sambil Geber-Geber Gas

Kebiasaan kedua yang sebaiknya dihindari adalah memutar gas berulang kali saat motor sedang dipanaskan.

Menggeber mesin ketika kendaraan diam tidak membuat motor lebih cepat siap digunakan. Sebaliknya, putaran mesin yang meningkat tanpa kebutuhan dapat membuat konsumsi bahan bakar bertambah dan menambah beban kerja mesin.

Apalagi jika motor masih berada dalam masa inreyen atau penyesuaian komponen awal, pengendara sebaiknya menghindari akselerasi ekstrem dan putaran mesin tinggi secara terus-menerus.

Cara yang lebih tepat adalah menyalakan motor, membiarkan mesin bekerja sebentar sesuai petunjuk pabrikan, kemudian berkendara secara bertahap.

3. Asal Mengisi Bahan Bakar Tanpa Memperhatikan Spesifikasi

Tidak semua jenis bahan bakar cocok untuk setiap sepeda motor. Setiap model memiliki rekomendasi bahan bakar yang perlu diperhatikan, termasuk nilai oktan atau RON yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

Menggunakan bahan bakar di bawah spesifikasi yang direkomendasikan dapat meningkatkan risiko pembakaran tidak optimal atau knocking pada mesin tertentu.

Karena itu, jangan hanya memilih bahan bakar berdasarkan harga atau kebiasaan. Periksa buku manual dan gunakan bahan bakar yang memenuhi ketentuan pabrikan.

Selain jenis bahan bakar, pastikan juga mengisi di tempat yang tepercaya untuk mengurangi risiko mendapatkan bahan bakar yang tercampur kotoran atau air.

4. Telat Service Berkala karena Merasa Motor Masih Baru

Ini menjadi salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele. Sebagian pemilik merasa motor yang baru dibeli belum membutuhkan pemeriksaan karena masih terlihat bagus dan nyaman digunakan.

Padahal, servis berkala diperlukan untuk memeriksa kondisi komponen, mengganti oli sesuai jadwal, serta mendeteksi gangguan sejak dini.

Pemeriksaan dapat mencakup oli mesin, filter udara, busi, sistem pengereman, ban, rantai atau CVT sesuai jenis motor, serta komponen lain berdasarkan jadwal perawatan.

Jangan menunggu motor mulai brebet, sulit dinyalakan, atau kehilangan tenaga untuk datang ke bengkel. Perhatikan jadwal berdasarkan jarak tempuh maupun waktu pemakaian, mana yang lebih dahulu tercapai sesuai buku pedoman kendaraan.

Servis tepat waktu juga penting bagi pemilik motor baru untuk menjaga catatan perawatan dan memastikan ketentuan garansi tetap dipenuhi.

5. Mematikan Motor Menggunakan Standar Samping Tanpa Memahami Fiturnya

Kebiasaan terakhir perlu dipahami secara tepat. Pada sejumlah sepeda motor, standar samping dilengkapi sakelar pengaman yang membuat mesin tidak dapat dinyalakan atau akan mati ketika standar diturunkan dalam kondisi tertentu.

Fitur tersebut merupakan bagian dari sistem keselamatan, bukan tanda bahwa penggunaan standar samping otomatis merusak mesin.

Namun, pengendara tetap perlu memahami cara mematikan mesin yang dianjurkan untuk model kendaraannya. Gunakan tombol pemutus mesin atau kunci kontak sesuai petunjuk, kemudian turunkan standar untuk memarkir motor dengan aman.

Hindari menendang standar secara kasar, membiarkan motor berdiri tidak stabil, atau mengabaikan kondisi pegas dan engsel standar. Jika motor mati ketika standar samping diturunkan, periksa apakah hal tersebut merupakan kerja normal sistem pengaman atau ada gangguan pada sakelar.

Tips Agar Motor Baru Tetap Prima hingga Bertahun-Tahun

Selain menghindari lima kebiasaan tersebut, pemilik motor baru sebaiknya melakukan beberapa langkah perawatan berikut:

  • Baca buku pedoman pemilik. Setiap model motor dapat memiliki ketentuan pemakaian dan perawatan yang berbeda.

  • Ikuti jadwal servis berkala. Jangan melewatkan pemeriksaan pertama dan jadwal berikutnya.

  • Gunakan oli sesuai spesifikasi. Perhatikan jenis dan interval penggantian yang direkomendasikan.

  • Jaga gaya berkendara. Hindari akselerasi mendadak berulang kali dan penggunaan mesin secara agresif, terutama pada masa inreyen.

  • Periksa ban dan rem. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi serta rem bekerja dengan baik.

  • Segera periksa jika muncul gejala tidak normal. Suara mesin yang berubah, kebocoran, lampu indikator menyala, atau tenaga menurun perlu ditangani sebelum masalah bertambah serius.

Kesimpulan

Motor baru yang belum genap satu tahun tetap membutuhkan perawatan dan kebiasaan penggunaan yang benar. Tidak memanaskan mesin sama sekali, menggeber gas saat pemanasan, menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi, dan menunda servis dapat memengaruhi kondisi serta performa kendaraan.

Sementara itu, penggunaan standar samping perlu disesuaikan dengan fitur dan petunjuk pada masing-masing motor, karena tidak otomatis menyebabkan kerusakan mesin.

Kuncinya bukan sekadar membeli motor baru, melainkan merawatnya secara konsisten sejak hari pertama. Dengan begitu, motor berpeluang tetap nyaman digunakan, lebih andal, dan terhindar dari gangguan yang sebenarnya bisa dicegah.