TERASBANDUNG.COM – Kebiasaan menggunakan handuk berulang kali tanpa menjemurnya hingga kering sering dianggap sebagai hal sepele. Padahal, handuk yang terus-menerus lembap dapat menjadi tempat bertahan hidup dan berkembangnya berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur.
Handuk memang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Namun, saat digunakan, serat kain juga dapat menyerap air, minyak tubuh, sel kulit mati, dan sisa kotoran. Jika handuk tidak dikeringkan dengan baik dan jarang dicuci, kelembapan yang tersisa dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Dikutip dari Cleveland Clinic dan Alodokter, kebersihan handuk perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko perpindahan kuman serta gangguan pada kulit.
Mengapa Handuk yang Jarang Dijemur Bisa Menjadi Sarang Mikroorganisme?
Handuk yang baru digunakan biasanya menyimpan kelembapan. Jika langsung dilipat, ditumpuk, atau digantung di kamar mandi dengan ventilasi buruk, kain akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.
Kondisi tersebut dapat membuat bakteri, ragi, dan jamur bertahan lebih lama pada serat kain. Apalagi, handuk juga dapat mengumpulkan sel kulit mati dan minyak tubuh yang menempel selama pemakaian.
Menurut Cleveland Clinic, semakin lama handuk berada dalam keadaan lembap, semakin lama pula sejumlah mikroorganisme dapat bertahan hidup dan tetap aktif.
Karena itu, menjemur handuk hingga benar-benar kering dan mencucinya secara rutin merupakan bagian penting dari kebersihan sehari-hari.
Apa Risiko Menggunakan Handuk yang Lembap dan Kotor?
Handuk yang tidak dirawat dengan baik tidak selalu langsung menyebabkan penyakit. Namun, penggunaannya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu, terutama apabila seseorang memiliki gangguan kulit, luka terbuka, atau menggunakan handuk secara bergantian.
Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
1. Bau apek pada handuk
Handuk yang lama lembap dapat mengeluarkan bau tidak sedap. Bau apek bisa menjadi tanda bahwa kain belum kering sempurna atau terdapat pertumbuhan mikroorganisme.
Meskipun demikian, bau saja tidak dapat memastikan jenis mikroorganisme yang terdapat pada handuk.
2. Iritasi dan gangguan kulit
Handuk yang kotor dapat membawa sisa kotoran dan mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kulit. Pada orang yang memiliki kulit sensitif atau kondisi seperti eksim, penggunaan handuk yang tidak bersih dapat memperburuk iritasi.
3. Risiko penularan infeksi kulit
Handuk yang digunakan bersama dapat menjadi perantara perpindahan mikroorganisme. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa handuk yang terkontaminasi dapat berperan dalam penyebaran infeksi tertentu, termasuk beberapa infeksi jamur pada kulit.
Risiko ini menjadi perhatian khusus apabila handuk dipakai oleh seseorang yang sedang mengalami infeksi kulit.
4. Perpindahan kuman antarpengguna
Menggunakan handuk secara bergantian dapat meningkatkan kemungkinan perpindahan kuman dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga sebaiknya memiliki handuk pribadi, terutama untuk wajah dan bagian tubuh yang rentan mengalami infeksi.
Seberapa Sering Handuk Harus DIcuci?
Menurut Cleveland Clinic, handuk mandi sebaiknya dicuci setidaknya sekali seminggu dalam kondisi penggunaan normal. Handuk perlu dicuci lebih sering apabila sering basah, tidak mudah kering, digunakan setelah berolahraga, atau dipakai oleh orang yang sedang sakit maupun mengalami masalah kulit.
Sementara itu, RRI dalam artikel mengenai kebersihan handuk yang diterbitkan pada 24 Juli 2026 menyebutkan bahwa handuk mandi dapat dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian, atau sekitar dua kali seminggu.
Perbedaan frekuensi tersebut menunjukkan bahwa jadwal pencucian dapat disesuaikan dengan kondisi pemakaian dan lingkungan. Jika handuk berbau apek, terlihat kotor, atau terus-menerus lembap, jangan menunggu jadwal pencucian berikutnya.
Tips Merawat Handuk agar Tetap Bersih dan Tidak Lembap
Untuk menjaga handuk tetap higienis, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah.
1. Bentangkan handuk setelah digunakan
Jangan membiarkan handuk basah menumpuk atau terlipat. Bentangkan pada gantungan handuk berbentuk batang agar udara dapat mengalir dan seluruh bagian kain lebih cepat kering.
2. Jemur di tempat dengan sirkulasi udara baik
Pilih tempat yang memiliki aliran udara memadai dan tidak terlalu lembap. Penjemuran di luar ruangan dapat membantu mempercepat pengeringan jika kondisi cuaca memungkinkan.
3. Cuci handuk secara teratur
Gunakan deterjen dan ikuti petunjuk pencucian pada label kain. Pilih suhu air yang sesuai dengan bahan handuk dan petunjuk produsen. Tidak semua handuk harus dicuci menggunakan air bersuhu tinggi.
4. Jangan menyimpan handuk sebelum benar-benar kering
Handuk yang masih lembap kemudian dilipat dan dimasukkan ke lemari dapat kembali menimbulkan bau apek. Pastikan kain sudah kering sempurna sebelum disimpan.
5. Hindari berbagi handuk
Gunakan handuk pribadi untuk mengurangi risiko perpindahan kuman, khususnya jika ada anggota keluarga yang sedang mengalami infeksi kulit.
6. Segera cuci handuk olahraga atau handuk yang sangat basah
Handuk yang disimpan dalam tas olahraga atau keranjang cucian dalam kondisi basah dapat menjadi sulit kering. Segera cuci dan keringkan setelah digunakan.
Kebiasaan jarang menjemur dan mencuci handuk dapat membuat kain terus lembap sehingga mendukung bertahannya bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bau apek, iritasi, dan perpindahan infeksi kulit dalam situasi tertentu.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan tampilan handuk yang terlihat bersih. Bentangkan handuk setelah digunakan, pastikan kering sempurna, dan cuci secara berkala sesuai intensitas pemakaian.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kebersihan perlengkapan mandi sekaligus mendukung kesehatan kulit seluruh anggota keluarga.