TERASBANDUNG.COM - Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ulang Perbasi Jawa Barat menuai respons positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Iman Firmansyah, sosok yang dikenal aktif dan peduli terhadap perkembangan bola basket di Jawa Barat.

Iman Firmansyah menilai langkah DPP Perbasi tersebut sudah tepat. Ia menyebut pelaksanaan Musda DPD Perbasi Jawa Barat sebelumnya, yang digelar di Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 14 Februari 2026, sarat persoalan dan cacat secara prosedural.

“Alhamdulillah DPP dan KONI Jawa Barat akhirnya memutuskan untuk menggelar Musda ulang. Semua Pengcab juga sudah berkumpul untuk membicarakan pelaksanaannya pada 25 April nanti,” ujar Iman Firmansyah di Bandung, Kamis (16/4/2026) malam.

Musda ulang tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, di Aula KONI Jawa Barat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang penting untuk menentukan arah baru kepemimpinan Perbasi di tingkat provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Iman Firmansyah memastikan diri akan maju sebagai calon Ketua DPD Perbasi Jawa Barat periode 2025-2030.

Ia mengaku telah mengantongi dukungan signifikan dari sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab).

“Insha Allah saya akan maju. Saat ini setidaknya ada 13 Pengcab yang sudah kami pastikan mendukung. Bahkan pada Musda sebelumnya di Lembang, saya mendapat dukungan 15 Pengcab, meskipun saat itu ada dinamika yang membuat sebagian dukungan berubah,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan digelarnya Musda ulang, dukungan terhadap dirinya akan kembali menguat, bahkan berpotensi mencapai 13 hingga 15 Pengcab.

Lebih lanjut, Iman menyoroti sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan Musda sebelumnya. Menurutnya, forum tersebut seharusnya menjadi ruang demokratis bagi Pengcab, bukan didominasi oleh pihak tertentu.

“Musda itu sejatinya adalah pesta Pengcab, bukan milik DPD, calon, atau panitia seperti SC dan OC. Justru incumbent harus mengakomodasi semua pihak, tapi itu tidak terjadi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan beberapa prosedur penting yang dinilai tidak dijalankan dengan semestinya, seperti tidak diserahkannya pimpinan sidang kepada peserta setelah pembukaan, serta tidak adanya penerimaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) oleh peserta Musda.

“Hal-hal seperti itu jelas menjadi catatan penting. Dan masih banyak kesalahan lainnya,” sebut Iman.

Meski demikian, Iman menegaskan pencalonannya bukan semata ambisi pribadi, melainkan dorongan dari Pengcab-pengcab yang menginginkan perubahan.

“Awalnya saya didorong teman-teman. Tapi karena saya juga bagian dari insan basket, saya merasa terpanggil. Kita siap saja, dengan prinsip nothing to lose. Terpilih atau tidak, yang penting kita sudah berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya langkah hukum dari pihak lain, termasuk wacana pelaporan ke arbitrase, Iman menanggapi dengan terbuka.

“Itu hak semua pihak. Setiap warga negara punya kedudukan hukum yang sama. Silakan saja kalau ingin menempuh jalur hukum. Nanti kita adu data dan fakta,” pungkas Iman.

Dengan digelarnya Musda ulang, harapan akan terciptanya proses yang lebih transparan, demokratis, dan berintegritas di tubuh Perbasi Jawa Barat pun semakin menguat.

Semua pihak kini menantikan jalannya forum tersebut sebagai penentu masa depan organisasi bola basket di provinsi Jawa Barat.