Proyek BRT Picu Macet, Farhan Janji Pengerjaan Lebih Cepat dan Rapi

Proyek BRT Picu Macet, Farhan Janji Pengerjaan Lebih Cepat dan Rapi Proyek pembangunan BRT memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung. (Istimewa)

TERASBANDUNG.COM - Kemacetan yang muncul akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung mendapat perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak dan memastikan proyek transportasi massal tersebut tetap berjalan hingga selesai.

Farhan mengatakan, gangguan lalu lintas selama pengerjaan BRT memang tidak dapat diabaikan. Pemerintah Kota Bandung telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat dan mencatat persoalan kemacetan tersebut sejak 14 Agustus 2026.

"Saya dapat laporan tertulis. Keluhan-keluhan macet ini memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada berbagai alasan dari kontraktor, tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga Bandung," ujar Farhan dalam keterangan persnya.

Dia menilai berbagai persoalan yang muncul selama pembangunan tidak boleh membuat tujuan utama proyek tersebut terabaikan. Menurut Farhan, BRT harus mampu menghadirkan perubahan terhadap kualitas transportasi publik dan memberi keuntungan nyata bagi warga.

Farhan juga menyadari citra proyek BRT saat ini belum baik di tengah masyarakat. Kondisi itu, kata dia, menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah melalui pengawasan pembangunan yang lebih ketat.

"Sekarang terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih terpersepsikan sangat negatif di mata warga Bandung. Untuk itu saya berkomitmen sebagai wali kota akan bekerja keras bersama-sama memastikan proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan BRT ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung," katanya.

Sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan koridor BRT masih berlangsung. Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan pembenahan pada bagian trotoar dan median jalan yang masuk dalam jalur BRT. Aktivitas konstruksi di lokasi tersebut kemudian berdampak pada kelancaran arus kendaraan.

Untuk mengurangi dampak terhadap pengguna jalan, Farhan meminta pekerjaan dilakukan dengan cepat sekaligus tetap mengutamakan keselamatan.

"Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan," tuturnya.

Pembangunan BRT Bandung secara keseluruhan ditargetkan selesai pada 2027. Setelah seluruh pekerjaan konstruksi berakhir, sistem tersebut diharapkan dapat beroperasi tanpa lagi menimbulkan gangguan akibat aktivitas pembangunan.

Jaringan BRT nantinya mencakup sejumlah kawasan utama Kota Bandung. Salah satu lintasan akan melewati Alun-alun Bandung, Jalan Sudirman, Rajawali, kawasan Stasiun Bandung, Otista, Tegalega, kemudian kembali menuju pusat kota.

Lintasan lain dirancang menghubungkan Alun-alun Bandung dengan Banceuy, Jalan Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, Asia Afrika, dan kembali ke Alun-alun.

Untuk mendukung kelancaran layanan, beberapa ruas akan memiliki dedicated lane. Jalur khusus tersebut dilengkapi separator sehingga kendaraan BRT memperoleh ruang tersendiri dan mendapat prioritas dalam perjalanan.

Farhan tidak ingin pengawasan pembangunan hanya dilakukan pemerintah. Ia justru mengajak masyarakat dan media untuk ikut memantau pekerjaan di lapangan. Setiap gangguan maupun persoalan yang ditemukan diminta segera dilaporkan.

"Kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan, laporkan segera. Boleh ke 112, boleh melalui media sosial. Teman-teman wartawan juga silakan mengawasi. Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk memastikan pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang," katanya.

Bagi Farhan, pembangunan BRT merupakan tahap awal dari rencana besar transportasi massal Bandung. Jika sistem tersebut nantinya berjalan dengan baik, pemerintah memiliki agenda lanjutan untuk mengembangkan transportasi berbasis rel ringan atau Light Rail Transit (LRT).

"Karena ada mimpi berikutnya, yaitu LRT. Tapi itu nanti. Yang sekarang kita fokus memastikan BRT berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya. ***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Ginanjar

Berita Terkini