Jelang Iduladha 2026, Pemkot Bandung Siapkan Sistem Canggih Cek Hewan Kurban

Jelang Iduladha 2026, Pemkot Bandung Siapkan Sistem Canggih Cek Hewan Kurban DKPP Bandung Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Iduladha 2026 dengan Aplikasi E-Selamat.(Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Menjelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memperkuat berbagai langkah pengawasan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan sesuai syariat.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang sekaligus terjamin dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban.

“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” ujar Gin Gin, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, pemeriksaan ante mortem untuk memastikan kondisi hewan saat masih hidup. Kedua, post mortem guna memeriksa organ dalam setelah penyembelihan.

Langkah ini dinilai penting karena risiko penyakit dari hewan ke manusia cukup tinggi dan perlu diantisipasi sejak awal.

Inovasi Digital E-Selamat

Untuk memudahkan masyarakat, DKPP menghadirkan aplikasi E-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang). Melalui sistem ini, warga cukup memindai barcode pada hewan kurban untuk mengetahui riwayat kesehatannya.

Informasi yang ditampilkan meliputi foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakan, sehingga proses pemilihan menjadi lebih transparan.

Sebanyak 184 petugas diterjunkan ke 30 kecamatan guna memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan optimal.

Pengawasan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia wilayah Jawa Barat, Fakultas Kedokteran Hewan Unpad, hingga Telkom University.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh.

Tak hanya pengawasan, DKPP juga menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban secara halal bagi masyarakat dan pengurus DKM.

Materi yang diberikan mencakup aspek syariat, teknik penyembelihan, higiene, hingga kesejahteraan hewan. Program ini melibatkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Salman ITB.

Pelatihan ini diharapkan melahirkan juru sembelih halal (Juleha) yang kompeten.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan proses kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban yang telah melalui pemeriksaan resmi, sehingga ibadah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkualitas.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini