TERASBANDUNG.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menangani dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Bandung Barat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami krisis air selama musim kemarau.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan distribusi air bersih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.

"BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter guna memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak kekeringan," kata dia, dikutip dari Antara.

Baca Juga : Job Fair Future Connect 2026 Bandung Selatan Buka 3.019 Lowongan Kerja dari 30 Perusahaan

Kekeringan terjadi di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (28/7). Berkurangnya pasokan air bersih berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.

BNPB mencatat sedikitnya 175 kepala keluarga (KK) atau sekitar 520 jiwa merasakan dampak dari menurunnya ketersediaan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Bandung Barat mengerahkan dua ritase mobil tangki yang mendistribusikan total 4.000 liter air bersih langsung ke kawasan permukiman terdampak.

Selain memastikan bantuan tersalurkan, BNPB juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memantau kondisi di lapangan, khususnya terkait ketersediaan air bersih di Kecamatan Batujajar dan wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan.

Baca Juga : Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah! Sudah 13 Orang, Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu

Langkah tersebut dilakukan agar penanganan darurat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mampu mengurangi risiko krisis air bersih selama musim kemarau.

Abdul Muhari berharap upaya yang dilakukan pemerintah bersama BPBD dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus meminimalkan dampak kekeringan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.***