TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah lebih agresif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengawasan selama 24 jam, patroli gabungan bersama aparat kepolisian, hingga pelibatan masyarakat menjadi bagian dari strategi yang kini diperkuat untuk menekan potensi tindak kriminal di Kota Bandung.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Bandung Raya.

Dalam pertemuan itu, seluruh daerah sepakat memperkuat sinergi menghadapi persoalan kriminalitas yang terjadi lintas wilayah.

Baca Juga : BRT Bandung Raya Resmi Dibangun, Wali Kota Farhan Ungkap Perubahan Besar di Sepanjang Jalurnya

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan yang dipaparkan dalam rapat, berbagai kasus kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau begal, hingga tindak kriminal lainnya tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi tersebar di kawasan Bandung Raya, termasuk daerah perbatasan.

"Karena masyarakat melihat Bandung Raya sebagai satu kawasan, maka penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama," ujar Farhan.

Command Center Kembali Siaga 24 Jam

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan mengoptimalkan dua Command Center yang selama ini dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Kedua pusat kendali tersebut akan kembali beroperasi penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemantauan dan respons terhadap laporan masyarakat.

Selain itu, fasilitas pengawasan akan diperkuat dengan pemasangan kembali perangkat pengeras suara sehingga petugas dapat memberikan peringatan secara langsung apabila terdeteksi adanya potensi gangguan keamanan di ruang publik.

Baca Juga : Diskon PBB Kota Bandung 2026 Hingga 100 Persen, Tunggakan Lama Bebas Denda hingga 31 Desember

"Petugas di command center maupun Dishub akan kembali bersiaga selama 24 jam untuk mendukung pengawasan dan respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat," katanya.

Patroli Malam Difokuskan di Titik Rawan

Selain meningkatkan pengawasan melalui teknologi, patroli gabungan juga akan diperluas di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Beberapa kawasan yang menjadi prioritas antara lain Jalan Soekarno-Hatta–AH Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-alun Regol, hingga Alun-alun Cicendo.

Patroli yang melibatkan unsur kepolisian tersebut akan dilakukan secara rutin pada malam hingga dini hari sebagai upaya preventif untuk mencegah aksi kriminal.

Pemkot Bandung juga tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi memperkuat langkah pencegahan melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang kembali didorong ialah penerapan jam malam bagi pelajar serta peningkatan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

Farhan menegaskan kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan cap negatif kepada pelajar, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak terlibat maupun menjadi korban tindak kriminal.

Baca Juga : KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung

"Kita ingin mencegah sejak dini agar anak-anak tidak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada tindakan kriminal ataupun menjadi korban," ujarnya.

Warga Diajak Aktif Menjaga Lingkungan

Selain memperkuat aparat dan teknologi, Pemkot Bandung juga menghidupkan kembali konsep community policing atau Polmas melalui semangat "Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota", yang selama ini dikenal masyarakat melalui kegiatan siskamling.

Pemerintah menilai keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mempercepat deteksi terhadap potensi gangguan keamanan.

Di akhir keterangannya, Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu kriminalitas yang ramai beredar di media sosial.

Baca Juga : Telkom Indonesia Perkuat Tata Kelola Keamanan Siber Perguruan Tinggi melalui Forum Technology Insight Cyber Security

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum jelas justru berpotensi memperbesar keresahan di tengah masyarakat.

"Hal yang paling penting sekarang adalah menjaga ketenangan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru memperbesar keresahan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung," tuturnya.***