TERASBANDUNG.COM - Bandung terus menghadirkan beragam pilihan kuliner yang menarik perhatian wisatawan.
Di tengah berkembangnya industri bakery, Drunk Baker menjadi salah satu nama yang semakin dikenal berkat sajian roti premium dengan tekstur lembut, isian melimpah, dan kualitas bahan yang menjadi daya tarik utama.
Kehadirannya pun menambah pilihan oleh-oleh khas yang banyak diburu pengunjung saat berkunjung ke Kota Kembang.
Di balik namanya yang unik, Drunk Baker memiliki filosofi tersendiri. Leader Helper Drunk Baker, Fitri, menegaskan bahwa penggunaan nama tersebut bukan memiliki makna negatif, melainkan menggambarkan kecintaan terhadap dunia bakery.
Baca Juga : Super Air Jet Siapkan 8 Rute Baru dari Bandara Husein Bandung, Ini Daftar Kota Tujuannya
"Penggunaan nama Drunk Baker itu untuk menggambarkan semangat, dedikasi, kreativitas, dan kecintaan yang tinggi terhadap proses pembuatan roti dan bakery," kata Fitri di Outlet pusat Drunk Baker, seperti dikutip melalui siaran pers Humas Kota Bandung.
Sejak mulai beroperasi pada 2023, perkembangan Drunk Baker terus menunjukkan tren positif. Meski usianya masih relatif muda, bakery ini berhasil menarik perhatian pelanggan dari berbagai kalangan.
Tidak hanya masyarakat Bandung, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara juga datang untuk menikmati produknya sekaligus membawanya sebagai buah tangan.
Salah satu faktor yang membuat Drunk Baker diminati adalah penggunaan bahan-bahan premium pada setiap produknya.
Beberapa menu yang paling sering menjadi pilihan pelanggan antara lain Dirty Milo, Dirty Bun, dan Nutella Bomb. Ketiga roti tersebut dikenal memiliki isian melimpah dengan sensasi lumer di setiap gigitan.
Selain aneka roti, pelanggan juga dapat menikmati pilihan cookies, cake, hingga berbagai minuman.
Seluruh menu ditawarkan dengan kisaran harga mulai Rp28.000 hingga sekitar Rp60.000 sehingga masih terjangkau untuk dijadikan oleh-oleh maupun teman bersantai.
Keistimewaan lain yang menjadi ciri khas Drunk Baker adalah proses pembuatan rotinya. Setiap adonan difermentasi selama kurang lebih 12 jam agar menghasilkan tekstur yang lebih lembut serta cita rasa yang maksimal.
"Rotinya fresh karena langsung dibuat setiap hari. Adonannya diproses sekitar 12 jam sehingga hasilnya lebih lembut," ujarnya.
Untuk menjaga kualitas, seluruh roti diproduksi setiap hari. Produksi roti tawar berkisar antara 60 hingga 100 buah per hari, sementara berbagai jenis roti lainnya dibuat segar setiap malam sebelum dipajang di etalase.
Tak hanya mengandalkan produk bakery, Drunk Baker juga memiliki deretan minuman favorit pelanggan.
Pada kategori non-kopi, Lime Bomb dan Jasmine menjadi pilihan yang paling banyak dipesan. Sementara untuk pecinta kopi, Piena Kopi serta Peanut Butter Latte menjadi menu andalan.
Ekspansi bisnis Drunk Baker pun terus berlanjut. Berawal dari gerai pertamanya di Kota Bandung, kini bakery tersebut telah membuka sejumlah cabang di kawasan Cihapit, Panaitan, hingga merambah ke luar kota seperti Blok M dan BSD.
Meski gerai pertama tetap mempertahankan konsep sederhana, beberapa outlet terbaru hadir dengan area yang lebih luas demi memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Kemudahan berbelanja juga menjadi nilai tambah. Selain datang langsung ke gerai, pelanggan dapat memesan berbagai produk melalui layanan pemesanan daring.
Beragam promo pun rutin ditawarkan, mulai dari hadiah vanilla cream cake untuk transaksi tertentu hingga berbagai penawaran menarik lainnya.
Fitri berharap Drunk Baker dapat terus berkembang dan semakin dikenal sebagai salah satu ikon kuliner sekaligus pilihan utama oleh-oleh dari Kota Bandung.
"Harapannya semoga terus maju dan semakin ramai sehingga makin banyak wisatawan yang datang ke Bandung dan mengenal Drunk Baker sebagai salah satu pilihan oleh-oleh," tuturnya.***