TERASBANDUNG.COM - Kebahagiaan Idul Adha dirasakan 48.183 penerima manfaat di berbagai pelosok Indonesia hingga Palestina dan Chad, Afrika melalui program Green Kurban 2026 yang diselenggarakan Sinergi Foundation.

"Amanah ini berasal dari 469 mudhohi (pekurban) yang mempercayakan ibadah kurbannya melalui Green Kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah," kata Direktur Sinergi Fondation, Waeli Mohdan dalam keterangannya, Senin 1 Juni 2026.

Program Green Kurban, kata Waeli, tidak hanya menghadirkan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperluas manfaatnya melalui pemberdayaan peternak, pemerataan distribusi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sesuai namanya, Green Kurban konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan wadah alami berupa daun pengganti plastik dalam distribusi daging kurban serta program penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian alam.

"Untuk tahun ini, distribusi Green Kurban menjangkau 65 titik penyaluran yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan," jelas Waeli.

Salah satu titik distribusi yang menjadi perhatian adalah Kampung Oeleon di Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Di wilayah yang mayoritas masyarakatnya hidup dalam keterbatasan ekonomi dan umat Islam menjadi kelompok minoritas, hewan kurban menjadi kebahagiaan yang sangat dinantikan.

Di kampung tersebut, kata Waeli, para mualaf tetap bersemangat mempelajari Islam meski usia mereka tidak lagi muda. Sebagian dari mereka bahkan baru belajar membaca Iqra. Kehadiran kurban tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi penguat ukhuwah dan syiar Islam di tengah keterbatasan.

Sinergi Fondation juga menyalurkan amanah kurban kepada masyarakat Palestina dan Chad, Afrika, yang tengah menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan keterbatasan pangan.

Usai amanah penyembelihan kurban untuk Palestina telah selesai, daging kurban tersebut tidak langsung dibagikan dalam kondisi segar, melainkan akan diolah dan dikemas menjadi daging kalengan agar dapat bertahan lebih lama dan mudah didistribusikan kepada para pengungsi.

''Langkah ini menjadi solusi penting di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Di banyak titik pengungsian, keterbatasan listrik, fasilitas penyimpanan, dan akses pangan membuat daging segar sulit disimpan dalam waktu lama,''jelas Waeli.

Bagi para pengungsi Palestina, bantuan ini bukan sekadar makanan. Ia menjadi simbol bahwa masih ada saudara-saudara yang peduli dan menghadirkan harapan di tengah situasi yang belum menentu.

Waeli Mohdan yang juga menjadi Ketua Pelaksana Green Kurban 2026, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mudhohi yang telah mempercayakan ibadah kurbannya melalui Sinergi Foundation.

"Kami bersyukur atas kepercayaan para mudhohi yang telah memilih Green Kurban sebagai sarana menunaikan ibadah kurban. Amanah ini telah menghadirkan kebahagiaan bagi puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah. Bagi kami, kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga ikhtiar menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Waeli.

Ia menambahkan bahwa komitmen Green Kurban tidak berhenti pada proses distribusi daging kurban semata.

"Insya Allah, pada bulan November 2026 bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia, kami akan melanjutkan program Green Kurban melalui aksi penanaman pohon di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan," tambahnya.

Salah satu mudhohi Green Kurban, Teti, mengaku memilih Green Kurban karena manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban.

"Saya merasa lebih tenang berkurban melalui Green Kurban karena distribusinya menjangkau daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan. Selain itu ada pemberdayaan peternak, program lingkungan, dan laporan yang jelas sehingga saya bisa mengetahui amanah kurban saya tersampaikan dengan baik," ujarnya.

Melalui kolaborasi para mudhohi, peternak, relawan, dan masyarakat penerima manfaat, Green Kurban terus berupaya menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan ibadah dengan dampak sosial yang nyata. Tidak hanya menghadirkan kebahagiaan saat Idul Adha, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat, memberdayakan peternak, serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi yang akan datang.