TERASBANDUNG.COM - Wali Kota Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap berbagai layanan publik.

Meski demikian, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, terutama di sektor ekonomi.

Farhan menyebut layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi publik kini mencatat tingkat kepuasan di atas 80 persen.

Baca Juga : Program Bedah Rumah Dimulai, Warga Jabar Dapat Bantuan hingga Rp40 Juta

Ia mengapresiasi capaian tersebut, namun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada angka tersebut.

“Ini capaian yang patut disyukuri, tetapi kita belum puas. Target kita tetap 100 persen,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Di sisi lain, sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama. Tingkat kepuasan masyarakat di bidang ini belum menembus angka 80 persen, seiring masih tingginya angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 7,44 persen.

“Ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Ini yang harus kita selesaikan,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bandung yang berada di angka 5,29 persen dinilai belum maksimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lemahnya sektor industri pengolahan serta terbatasnya aktivitas transportasi udara yang berdampak pada sektor perdagangan.

Farhan juga menyoroti daya beli masyarakat yang belum pulih, meski inflasi berhasil ditekan di bawah 1 persen. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data ekonomi dan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah

“Secara angka inflasi rendah, tetapi masyarakat masih merasa harga mahal. Artinya daya beli belum pulih,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Bandung akan memprioritaskan penguatan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi publik.***