TERASBANDUNG.COM - Tren mengubah foto modern menjadi foto bergaya jadul atau retro kembali ramai di media sosial. Dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI, foto yang diambil menggunakan kamera ponsel masa kini dapat dibuat seolah-olah merupakan hasil jepretan kamera analog dari era 1980-an hingga 1990-an.
Tren tersebut menarik perhatian karena hasil akhirnya bukan sekadar memberikan filter warna kuning atau hitam-putih. AI dapat mengubah nuansa foto secara lebih menyeluruh, mulai dari karakter warna, pencahayaan, tekstur film, pakaian, rambut, hingga latar belakang.
Sejumlah media internasional melaporkan tren foto AI bergaya 1980-an tengah banyak dibagikan di Instagram dan platform media sosial lainnya. Pengguna memanfaatkan AI untuk menghadirkan kembali estetika foto lama dengan sentuhan nostalgia.
Bukan Sekadar Filter Foto
Salah satu hal yang membuat tren ini berbeda dari filter vintage biasa adalah kemampuan AI untuk menginterpretasikan instruksi pengguna.
Foto seseorang yang awalnya mengenakan pakaian modern, misalnya, dapat diarahkan agar tampil seperti potret keluarga tahun 1980-an. Latar belakang juga bisa dibuat menyerupai studio foto lama, ruang keluarga, jalanan, sekolah, atau suasana kota pada masa tersebut.
Karakter visual seperti film grain, warna sedikit pudar, kontras lembut, pencahayaan flash, sedikit blur dan tekstur foto analog kemudian digunakan untuk memperkuat kesan jadul.
Namun, hasil yang terlihat realistis sangat bergantung pada instruksi atau prompt yang diberikan.
Media yang membahas tren ini juga mengingatkan bahwa AI terkadang menghasilkan detail yang kurang sesuai zaman, misalnya benda modern masih muncul di latar belakang atau pakaian terlihat terlalu seperti kostum.
Cara Mengubah Foto Baru Menjadi Foto Jadul dengan AI
Cara membuat foto retro sebenarnya cukup mudah. Pengguna dapat memanfaatkan layanan AI yang mendukung pengeditan gambar berdasarkan instruksi teks.
Salah satu caranya adalah menggunakan ChatGPT dengan fitur pengeditan/generasi gambar.
1.1 Siapkan Foto yang Ingin Diubah
Pilih foto dengan kualitas cukup baik.
Foto dengan wajah yang terlihat jelas akan lebih mudah diarahkan ke gaya tertentu. Sebaiknya gunakan foto yang tidak terlalu buram dan memiliki pencahayaan cukup.
Jika ingin membuat foto keluarga jadul, pilih foto yang memperlihatkan beberapa orang sekaligus.
2. Unggah Foto ke AI
Masukkan foto ke layanan AI yang mendukung pengeditan gambar.
Kemudian jelaskan secara spesifik perubahan yang diinginkan.
Jangan hanya menulis:
"Bikin jadi foto jadul."
Hasil biasanya akan lebih terarah jika prompt menjelaskan periode waktu, jenis kamera, pencahayaan, warna, pakaian, latar belakang dan tekstur foto.
Contoh Promt Foto Jadul 1980-an
Berikut contoh prompt yang bisa digunakan:
"Ubah foto ini menjadi foto keluarga Indonesia bergaya tahun 1980-an. Pertahankan wajah dan identitas orang dalam foto. Gunakan pakaian khas era 1980-an, suasana studio foto keluarga sederhana, pencahayaan flash kamera analog, warna hangat dan sedikit pudar, film grain yang natural, tekstur foto cetak lama, sedikit soft focus, komposisi fotografi realistis, tanpa benda modern di latar belakang. Buat hasilnya terlihat seperti foto asli yang dicetak pada tahun 1980-an, bukan seperti filter digital."
Prompt tersebut dapat disesuaikan dengan foto yang dimiliki.
Mau Gaya Foto Tahun 1990-an? Gunakan Prompt Ini
Untuk mendapatkan nuansa 1990-an, instruksinya bisa dibuat berbeda.
"Transform this photo into a realistic Indonesian family photograph from the 1990s. Preserve the original people's facial identity and natural expressions. Use authentic 1990s clothing, hairstyle and indoor setting, direct on-camera flash, slightly faded colors, subtle analog film grain, soft contrast, minor film imperfections and the texture of an old printed photograph. Remove modern objects from the background. Make it look like a genuine 1990s family album photo, not a modern photo with a vintage filter."
Kunci utamanya adalah meminta AI mempertahankan identitas orang dalam foto, bukan mengganti wajah dengan karakter baru.
Bisa Dibuat Seperti Foto Studio Jadul
Tren lainnya adalah membuat foto modern terlihat seperti hasil pemotretan studio.
Misalnya:
"Ubah foto ini menjadi potret studio keluarga Indonesia era 1980-an. Pertahankan wajah asli setiap orang. Gunakan backdrop studio sederhana berwarna netral, pose formal khas foto keluarga lama, pencahayaan flash kamera analog, warna sedikit warm dan faded, film grain halus, soft focus, tekstur kertas foto lama, realistic vintage photography."
Hasil seperti ini cocok untuk membuat foto keluarga modern terasa seperti album keluarga puluhan tahun lalu.
Ingin Foto Seperti Kamera Analog?
Jika tidak ingin AI mengubah pakaian atau latar belakang, cukup fokus pada karakter fotografi.
Gunakan prompt:
"Pertahankan seluruh objek, wajah, pakaian dan latar belakang asli. Hanya ubah karakter fotografi menjadi hasil kamera film analog tahun 1980-an. Tambahkan natural film grain, sedikit color fading, warm tones, soft contrast, subtle light leaks, slight lens imperfections and realistic analog film texture. Jangan mengubah wajah atau bentuk objek."
Cara ini lebih aman jika tujuan utamanya hanya mendapatkan efek kamera jadul.
Kenapa Foto AI Retro Terlihat Lebih Menarik?
Nostalgia menjadi salah satu daya tarik utama tren ini.
Foto modern biasanya memiliki warna tajam, detail tinggi dan pencahayaan yang sangat bersih. Sebaliknya, foto analog lama mempunyai ketidaksempurnaan yang justru dianggap menarik.
Ada grain, warna yang sedikit berubah, fokus tidak selalu sempurna dan terkadang muncul kebocoran cahaya.
Elemen-elemen tersebut membuat foto terasa lebih personal dan memiliki cerita.
Tren AI 1980-an yang sedang ramai juga menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya membuat foto terlihat tua, tetapi mencoba menciptakan kembali suasana visual dan budaya suatu periode.
Bisa Juga Menggunakan Aplikasi Edit Foto
Tidak harus selalu menggunakan AI generatif.
Untuk pengguna yang hanya ingin memberikan sentuhan vintage pada foto tanpa mengubah objek utama, aplikasi penyunting foto seperti Google Photos dan Snapseed dapat menjadi alternatif.
Google Photos menyediakan berbagai alat penyuntingan berbasis AI, termasuk peningkatan warna dan pencahayaan serta fitur pengeditan berbasis instruksi pada perangkat/akun yang memenuhi syarat.
Sementara itu, Snapseed memiliki sejumlah fitur dan filter bergaya film yang dapat digunakan untuk mendapatkan karakter foto vintage secara manual.
Perbedaannya, aplikasi filter biasa lebih banyak mengubah warna dan karakter gambar, sedangkan AI generatif dapat mengubah elemen visual berdasarkan instruksi.
Rahasia Agar Hasil Foto Jadul Tidak Terlihat Seperti AI
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, jangan berlebihan menggunakan efek.
Film grain yang terlalu kasar justru membuat gambar terlihat seperti filter.
Kedua, gunakan detail zaman yang tepat.
Jika membuat foto tahun 1980-an, jangan sampai muncul smartphone, laptop modern, kendaraan atau pakaian yang jelas berasal dari era sekarang.
Ketiga, jangan mengubah wajah terlalu banyak.
Jika foto digunakan untuk nostalgia keluarga, minta AI mempertahankan karakter wajah dan ekspresi asli.
Keempat, tambahkan ketidaksempurnaan secara natural.
Foto analog tidak selalu sempurna. Sedikit blur, grain, warna pudar dan pencahayaan flash justru dapat membuat hasil lebih meyakinkan.
Media yang membahas tren foto 1980-an juga menyarankan agar prompt tidak hanya menyebut "retro", tetapi memberikan konteks waktu dan detail fotografi yang lebih spesifik.
Hati-hati Saat Mengunggah Foto Pribadi
Meski prosesnya mudah, pengguna tetap perlu memperhatikan privasi.
Jangan sembarangan memasukkan foto yang berisi data sensitif atau foto orang lain tanpa izin ke layanan AI.
Untuk foto keluarga, terutama foto anak-anak, pertimbangkan terlebih dahulu layanan yang digunakan dan bagaimana data gambar tersebut diproses.
AI memang membuat proses mengubah foto menjadi lebih mudah, tetapi pengguna tetap memiliki tanggung jawab terhadap foto yang diunggah.
Trend Foto Jadul Bisa Jadi Ide Konten Media Sosial
Foto retro hasil AI juga bisa digunakan untuk berbagai jenis konten.
Misalnya:
Yang membuat tren ini menarik adalah pengguna dapat menentukan sendiri cerita masa lalu seperti apa yang ingin divisualisasikan.
Kesimpulan
Tren mengubah foto baru menjadi foto jadul atau retro menggunakan AI kembali populer karena mampu menghadirkan nuansa nostalgia dengan cara yang jauh lebih mudah dibandingkan teknik editing konvensional.
Pengguna cukup mengunggah foto, menentukan periode seperti 1980-an atau 1990-an, kemudian memberikan prompt yang menjelaskan gaya pakaian, latar, pencahayaan, tekstur film dan karakter kamera.
Kunci mendapatkan hasil yang bagus bukan sekadar menulis "buat foto jadi jadul", tetapi memberikan instruksi yang spesifik dan meminta AI mempertahankan wajah serta identitas orang dalam foto.
Dengan cara tersebut, foto modern dapat dibuat seolah-olah berasal dari album keluarga puluhan tahun lalu.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara