7 Nama Jalan Unik di Bandung, Ternyata Punya Cerita dan Sejarah Menarik

7 Nama Jalan Unik di Bandung, Ternyata Punya Cerita dan Sejarah Menarik Foto: Kelana Nusantara

TERASBANDUNG.COM - Kota Bandung tidak hanya dikenal karena kuliner, wisata, dan bangunan bersejarahnya. Nama-nama jalan di Kota Kembang juga menyimpan cerita menarik yang berkaitan dengan sejarah, budaya Sunda, kondisi geografis hingga perkembangan masyarakat pada masa lalu.

Beberapa nama jalan bahkan terdengar unik bagi orang yang baru pertama kali berkunjung ke Bandung. Sebut saja Jalan Braga, Jalan Banceuy, Jalan ABC, Jalan Gelap Nyawang hingga Jalan Mundinglaya.

Di balik nama-nama tersebut ternyata terdapat kisah yang membuat jalan tersebut memiliki identitas tersendiri.

Berikut sejumlah nama jalan unik di Bandung beserta cerita di baliknya.

1.1 Jalan Braga, Punya Banyak Versi Asal Nama

Siapa yang tidak mengenal Jalan Braga?

Jalan yang kini menjadi salah satu ikon wisata Kota Bandung ini ternyata memiliki sejarah panjang. Pada awal abad ke-19, kawasan Braga masih berupa jalan kecil yang mengikuti aliran Sungai Cikapundung dan digunakan pejalan kaki maupun orang berkuda.

Jalur tersebut kemudian berkembang menjadi jalan yang dilalui pedati pengangkut hasil perkebunan, terutama kopi. Karena itu, kawasan ini sempat dikenal sebagai Pedatiweg atau jalan pedati.

Sementara asal nama Braga sendiri masih memiliki beberapa versi.

Salah satu versi menyebutnya berasal dari kata Sunda baraga atau ngabaraga, yang dikaitkan dengan berjalan menyusuri sungai. Ada pula versi yang mengaitkannya dengan kelompok tonil dan musik bernama Toneelvereeniging Braga yang berdiri pada 1882.

Menariknya lagi, Braga dahulu bahkan pernah mendapat julukan “Jalan Culik” karena kawasan tersebut pernah dianggap rawan kejahatan.

2. Jalan Banceuy, Namanya Berasal dari Cerita Masa Lalu

Nama Banceuy mungkin terdengar sederhana, tetapi sejarahnya cukup menarik.

Kawasan Banceuy pada masa lalu berkaitan dengan aktivitas perjalanan dan tempat beristirahatnya kuda. Salah satu versi sejarah menyebut nama Banceuy berhubungan dengan kebiasaan para kusir mengambil air untuk kuda di sekitar Sungai Cikapundung.

Dari kawasan yang dahulu ramai oleh aktivitas perjalanan tersebut, nama Banceuy kemudian bertahan dan menjadi salah satu nama jalan yang dikenal hingga sekarang.

Jalan Banceuy kini juga dikenal sebagai kawasan perdagangan dan menjadi bagian dari kawasan pusat Kota Bandung.

3. Jalan ABC, Bukan Nama Baterai

Ini salah satu nama jalan yang paling mudah membuat orang penasaran.

Jalan ABC berada di kawasan pusat Kota Bandung dan sejak lama dikenal sebagai kawasan perdagangan, termasuk toko elektronik dan jasa reparasi.

Lalu, apa sebenarnya arti ABC?

Salah satu penjelasan sejarah menyebut nama ABC merupakan singkatan dari tiga kelompok masyarakat yang dahulu bermukim di kawasan tersebut, yakni Arabian, Bumipoetra, dan Chinese.

Jadi, nama Jalan ABC tidak berkaitan dengan merek baterai seperti yang mungkin terlintas di benak sebagian orang.

4. Jalan Gelap Nyawang, Terdengar Misterius

Nama Jalan Gelap Nyawang juga termasuk salah satu nama jalan Bandung yang unik.

Nama tersebut berada di kawasan Tamansari dan Lebak Siliwangi, bersama sejumlah nama jalan lain yang mengambil inspirasi dari cerita serta khazanah budaya Sunda.

Pada masa Wali Kota Bandung R. Moh. Enoch, sekitar periode 1949–1957, nama-nama jalan di kawasan Lebak Siliwangi dan Tamansari diubah dengan mengambil nama tokoh serta cerita dari legenda dan sejarah Sunda.

Karena itulah, di kawasan tersebut kemudian dikenal nama-nama seperti Gelap Nyawang, Mundinglaya, Dayang Sumbi, Ciung Wanara, Badak Singa dan Sumur Bandung.

5. Jalan Mundinglaya, Terinspirasi Legenda Sunda

Masih di kawasan yang sama, ada Jalan Mundinglaya.

Nama ini mengambil inspirasi dari khazanah cerita Sunda. Mundinglaya sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh dalam cerita pantun Sunda.

Penamaan jalan dengan tokoh legenda tersebut memperlihatkan bagaimana identitas budaya Sunda ikut melekat dalam tata ruang Kota Bandung.

Bukan hanya menjadi petunjuk lokasi, nama jalan tersebut sekaligus menjadi pengingat terhadap cerita dan warisan budaya yang berkembang di masyarakat Sunda.

6. jalan Cikapundung, Mengambil Nama Sungai

Nama Jalan Cikapundung juga memiliki kaitan erat dengan kondisi geografis Bandung.

Cikapundung merupakan nama sungai yang membelah sejumlah kawasan di Kota Bandung. Secara kebahasaan, nama Cikapundung tersusun dari unsur ci dan kapundung. Dalam kajian penamaan tempat, unsur ci dalam bahasa Sunda berkaitan dengan air.

Saat ini terdapat Jalan Cikapundung Barat dan Jalan Cikapundung Timur di kawasan Kelurahan Braga.

Nama tersebut menjadi contoh bagaimana unsur alam dan lingkungan sekitar turut memengaruhi penamaan wilayah di Bandung.

7. Jalan Cihampelas, Ternyata Sudah Ada Sejak Lama

Jalan Cihampelas kini identik dengan pusat perdagangan, kuliner dan kawasan wisata di Bandung.

Namun, sejarah nama Cihampelas ternyata jauh lebih tua dibanding gambaran kawasan modern yang dikenal saat ini.

Dalam peta Bandung tahun 1910, Cihampelas sudah muncul sebagai nama kampung. Sementara dalam peta Bandung tahun 1928, terdapat jalan kecil bernama Tjihampelas yang menghubungkan kawasan Lembangweg dengan Huygensweg, yang sekarang berkaitan dengan kawasan Tamansari.

Artinya, nama Cihampelas sudah menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Bandung sejak masa Hindia Belanda.

Nama Jalan di Bandung Jadi Jeja Sejarah Kota

Beragam nama jalan tersebut menunjukkan bahwa sejarah Bandung tidak hanya tersimpan di museum atau bangunan tua.

Nama jalan pun menjadi bagian dari memori kota.

Ada nama yang berkaitan dengan sungai dan kondisi geografis, ada yang berasal dari aktivitas perdagangan, ada yang berkaitan dengan kelompok masyarakat, hingga nama yang diambil dari tokoh dan cerita dalam kebudayaan Sunda.

Dokumen resmi Kota Bandung juga mencatat beragam nama jalan tersebut, termasuk Braga, Banceuy, Cikapundung, Tamansari, Cihampelas, Dago, Cipaganti dan sejumlah ruas lainnya.

Karena itu, ketika melintas di jalan-jalan Kota Bandung, nama yang terpampang di papan jalan sebenarnya bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal perjalanan panjang kota ini.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Berita Terkini