Bandung Bentuk Tim Khusus Antibegal, Patroli Gabungan Diperkuat hingga Wilayah Perbatasan

Bandung Bentuk Tim Khusus Antibegal, Patroli Gabungan Diperkuat hingga Wilayah Perbatasan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat. (Humas Kota Bandung)

TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah proaktif untuk memperkuat keamanan kota dengan membentuk tim khusus antibegal yang melibatkan unsur kepolisian dan Satuan Brimob Polda Jawa Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi meningkatnya aksi kriminalitas jalanan yang mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat.

Menurutnya, kondisi Kota Bandung saat ini belum berada dalam status darurat kejahatan jalanan, namun langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Baca Juga : Rangkaian Ketiga sekaligus Penutup, Operasi Katarak Gratis Summarecon Hadir di Bandung

“Darurat sih tidak, tapi mumpung belum darurat, lebih baik kita cegah dari sekarang,” ujar Farhan dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Selasa, 2 Juni 2026.

Farhan mengungkapkan, laporan terkait aksi begal yang terus bermunculan hampir setiap pekan menjadi sinyal bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan.

Karena itu, strategi pengamanan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat langkah preventif di lapangan.

Libatkan Warga Lewat Jawara Sakti dan Ujang Barong

Untuk mendukung operasi pengamanan, patroli gabungan akan dijalankan melalui dua program utama, yakni Jawara Sakti dan Ujang Barong.

Program Jawara Sakti mengedepankan kolaborasi antara Satpol PP, Satlinmas, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing. Sementara itu, Ujang Barong menjadi program kepolisian yang mengajak unsur kewilayahan dan warga terlibat aktif dalam ronda bersama guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Farhan menekankan bahwa seluruh elemen yang terlibat harus bergerak aktif melakukan pengawasan di lapangan tanpa menunggu terjadinya tindak kejahatan.

“Prinsipnya tidak boleh ada yang menunggu. Kalau menunggu, kejadian sudah terlambat,” tegasnya.

Pengamanan Diperluas ke Kawasan Strategis

Selain membentuk tim baru, Pemkot Bandung juga memperkuat peran Tim Prabu yang selama ini telah bertugas membantu pengamanan wilayah. Personel gabungan yang terdiri dari Brimob, kepolisian, dan Satpol PP akan ditempatkan di berbagai titik rawan, termasuk kawasan wisata, lingkungan permukiman, hingga daerah perbatasan kota.

Pemerintah berharap kehadiran petugas di lapangan mampu memberikan rasa aman sekaligus menekan peluang terjadinya aksi kriminalitas.

Dalam aspek penegakan hukum, Farhan memastikan aparat tetap menjunjung tinggi perlindungan hak-hak sipil masyarakat. Namun demikian, tindakan tegas tetap akan diterapkan apabila pelaku kejahatan membahayakan keselamatan warga maupun petugas.

“Kalau memang mengancam, tentu ada penindakan tegas. Tapi kalau bisa dilumpuhkan, kita bawa ke kantor,” ujarnya.

Brimob Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Zuhdi Batubara, menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan.

Menurutnya, upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan tindakan setelah kejahatan terjadi.

“Kami tidak hanya menjalankan tugas pokok, tapi juga melakukan langkah-langkah awal mitigasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujarnya.

Zuhdi menambahkan, Bandung memiliki posisi penting sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata di Jawa Barat. Karena itu, keamanan dan ketertiban harus terus dijaga agar citra kota tetap positif.

Ia juga menyinggung keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif saat berlangsungnya berbagai kegiatan masyarakat berskala besar, termasuk perayaan kemenangan Persib yang berlangsung aman dan tertib.

“Kolaborasi ini penting agar kamtibmas tetap terjaga dengan baik dan citra Kota Bandung tetap positif,” katanya.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini