BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Pelaku Wisata Rancabali Optimalkan ZIS

BAZNAS Kabupaten Bandung Ajak Pelaku Wisata Rancabali Optimalkan ZIS Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha wisata di Kecamatan Rancabali, Rabu (13/5/2026). (Baznas)

TERASBANDUNG.COM - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung menggelar kegiatan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama para pelaku usaha wisata di Kecamatan Rancabali, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Jamjam Erawan, Camat Rancabali Panpan Rispan, unsur Forkopimcam, perwakilan Disparekraf, serta Ketua UPZ Kecamatan Rancabali.

Sekitar 32 pemilik usaha pariwisata di kawasan Rancabali turut mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan zakat secara terorganisir tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Rancabali, Panpan Rispan, menyebut manfaat program BAZNAS sudah dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, termasuk saat membantu korban musibah ledakan gas beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Farhan Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Kehilangan Hak Sekolah di SPMB 2026

“BAZNAS sudah terasa oleh warga Rancabali. Tempo hari ada musibah 12 orang karena gas meledak, saya koordinasi dengan Kasi Sosbud,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan BAZNAS turut membantu warga yang mengalami kendala layanan kesehatan, khususnya masyarakat yang belum memiliki BPJS.

“Bagi mereka yang tak punya BPJS bisa ter-cover oleh BAZNAS. Alhamdulillah tiga orang bisa dibantu,” tuturnya.

Panpan berharap program-program BAZNAS ke depan dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk bagi perkembangan sektor wisata di Rancabali.

“Ke depannya semoga dampak BAZNAS bisa terasa lebih banyak, terutama di bidang pariwisata,” katanya.

Baca Juga : Pemkot Bandung Buka Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas

Menurutnya, pengelolaan zakat melalui lembaga resmi penting dilakukan agar penyalurannya berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Ini semua diwadahi oleh BAZNAS supaya lebih tertib lagi penyaluran hasil zakatnya. Kalau tidak ada regulasi, masuknya ke pungutan liar,” tegasnya.

Ia pun meminta para pengelola wisata mulai membangun kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memperkuat manfaat sosial di masyarakat.

“Saya harapkan pihak pengelola melaporkan kegiatan ini dan ditunggu responnya seperti apa. Dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, Jamjam Erawan, menegaskan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan dan usaha.

“Ada nilai spiritual dari zakat, infak, sedekah, maka akan melahirkan keberkahan,” ujarnya.

Menurut Jamjam, pengelolaan ZIS menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebermanfaatan harta sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga : Bandung Perkuat Posisi sebagai Kota Kreatif Lewat Transformasi Digital

“Untuk menyelamatkan harta, warga dan negara. Ada upaya dan ikhtiar untuk membangun keberkahan ini,” jelasnya.

Ia juga meyakini sektor pariwisata akan memperoleh dampak positif apabila nilai keberkahan diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Usaha wisata akan semakin berkah. Keberkahan itu membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jamjam turut mengingatkan masyarakat tetap bisa berinfak meski belum mencapai batas nisab zakat.

“Kalau tidak mencapai nisab, maka berinfak sesuai keinginan. Asal ada kemauan dan kesungguhan, Allah akan membantu dan menolong kita,” pungkasnya.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini