<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
  <channel>
    <title>Teras Bandung - bandung-raya</title>
    <link>https://www.terasbandung.com/</link>
    <description>News And Service</description>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <language>id-ID</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <copyright>Copyright 2026, Teras Bandung</copyright>
    <pubDate>Thu, 07 May 2026 19:27:06 +0700</pubDate>
    <lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 19:27:06 +0700</lastBuildDate>
    <ttl>60</ttl>
    <item>
      <title>Luncurkan Lab Canggih, PMI Kota Bandung Perkuat Layanan Darah Berbasis Digital</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/05/04/luncurkan-lab-canggih-pmi-kota-bandung-perkuat-layanan-darah-berbasis-digital</link>
      <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:20:47 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/05/04/luncurkan-lab-canggih-pmi-kota-bandung-perkuat-layanan-darah-berbasis-digital</guid>
      <category>PMI</category>
      <category>darah</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA)</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Senin, 4 Mei 2026.

Fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara.

Farhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi mutakhir yang menandai langkah maju dalam digitalisasi pelayanan kesehatan di Kota Bandung.

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” katanya.

Menurut Farhan, kehadiran sistem GLP dan WBA menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya fasilitas canggih ini tersedia di Indonesia. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan pihak swasta.

“Ini yang pertama di Indonesia. Saya sangat mengapresiasi kerja keras PMI Kota Bandung dengan dukungan PMI Jawa Barat dan PMI Pusat, sehingga bisa bekerja sama dengan pihak swasta menghadirkan layanan terbaik,” katanya.

Farhan menjelaskan, keunggulan utama sistem ini terletak pada otomatisasi proses pengolahan darah yang jauh lebih efisien. Dengan teknologi tersebut, darah donor dapat diolah menjadi berbagai komponen seperti Packed Red Cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit dengan waktu yang lebih cepat.

Selain itu, sistem pencatatan yang telah terdigitalisasi mengurangi risiko kesalahan manual, termasuk potensi tertukarnya data atau sampel darah.

“Dengan sistem ini, pencatatan tidak lagi manual sehingga risiko tertukar bisa dihindari. Ini membuat proses menjadi lebih akurat dan efisien,” tambahnya.

Dari sisi kapasitas, fasilitas ini mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah per hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

Farhan juga mengajak warga Kota Bandung untuk aktif mendonorkan darah di PMI. Menurutnya, selain membantu sesama, donor darah kini juga memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.

“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya. Ini akan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto dalam laporannya mengungkapkan, pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Menurut Ade, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.

“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada mitra swasta, yakni PT Abbott dan PT Istama Ranoraya, atas kolaborasi dalam pengadaan dan pengembangan fasilitas tersebut.





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/whatsapp-image-2026-05-04-at-141802-44a5_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Ini Rinciannya</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/05/03/pemkot-bandung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-ini-rinciannya</link>
      <pubDate>Sun, 03 May 2026 16:24:26 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/05/03/pemkot-bandung-percepat-penyaluran-bantuan-pangan-ini-rinciannya</guid>
      <category>bantuan pangan Bandung 2026</category>
      <category>beras dan minyak goreng gratis</category>
      <category>CPP Badan Pangan Nasional</category>
      <category>Perum Bulog Bandung</category>
      <description>Bantuan pangan Bandung 2026 meningkat tajam hingga 146 ribu penerima. Program beras dan minyak goreng ini bantu tekan inflasi dan jaga daya beli warga.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM</b> - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mempercepat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat. 

Program ini mencakup penyaluran beras dan minyak goreng yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan didistribusikan melalui Perum Bulog.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari hingga Maret 2026. 

Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pada periode kali ini mengalami lonjakan cukup besar dibandingkan sebelumnya.

Jika pada akhir tahun 2025 jumlah penerima tercatat sekitar 80 ribu keluarga, kini meningkat menjadi lebih dari 146 ribu penerima. 

Artinya, ada penambahan lebih dari 66 ribu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.

Menurutnya, data penerima bantuan mengacu pada basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga penyaluran dinilai lebih tepat sasaran.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram per bulan dan minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan. 

Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, DKPP melakukan pengawasan ketat mulai dari proses penyimpanan hingga distribusi di lapangan. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

Hingga awal Mei 2026, realisasi penyaluran telah menjangkau lebih dari 41 ribu penerima atau sekitar 28 persen dari total sasaran. 

Distribusi sudah berlangsung di sejumlah kecamatan dan kelurahan, dan akan terus diperluas hingga seluruh penerima terlayani.

Pemkot Bandung menargetkan program ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta menjadi salah satu langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177778731264-jangkau-146-232-penerima-pemkot-bandung-genjot-penyaluran-bantuan-pangan-5f5e_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kurangi Pelanggaran, Program Simpang Sejuta Selamat Digelar di Bandung</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/05/02/kurangi-pelanggaran-program-simpang-sejuta-selamat-digelar-di-bandung</link>
      <pubDate>Sat, 02 May 2026 16:02:04 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/05/02/kurangi-pelanggaran-program-simpang-sejuta-selamat-digelar-di-bandung</guid>
      <category>balai-kota-bandung</category>
      <category>lalu lintas Bandung</category>
      <category>edukasi lalu lintas Bandung</category>
      <description>Program Simpang Sejuta Selamat di Bandung tingkatkan disiplin lalu lintas di persimpangan rawan, sekaligus edukasi keselamatan dan penindakan pelanggaran.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM</b> - Upaya meningkatkan keselamatan berkendara di Kota Bandung terus digencarkan melalui kegiatan bertajuk Simpang Sejuta Selamat yang digelar di kawasan Simpang Lima, tepatnya di pertemuan Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Sunda, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Program ini menjadi langkah lanjutan dari kampanye keselamatan yang sebelumnya lebih banyak difokuskan pada perlintasan kereta api sebidang. 

Kini, perhatian diperluas ke persimpangan jalan yang dinilai memiliki tingkat pelanggaran lalu lintas cukup tinggi.

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur, Abdullah Putra Gandhara, mengungkapkan bahwa banyak pengendara masih melakukan pelanggaran berisiko di lampu merah, seperti menerobos saat sinyal berhenti atau berhenti melewati garis zebra cross.

Menurutnya, pemilihan lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Simpang Lima Asia Afrika merupakan salah satu titik rawan kecelakaan karena padatnya arus kendaraan dan kedekatannya dengan perlintasan sebidang.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, kepolisian, Satpol PP, hingga layanan darurat seperti PSC 119 dan Bandung Siaga 112. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan.

Selain memberikan edukasi kepada pengendara, petugas juga melakukan penegakan hukum di lokasi. Pelanggaran yang ditemukan langsung ditindak oleh aparat kepolisian melalui sistem tilang elektronik menggunakan perangkat genggam.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, termasuk pemanfaatan layanan panggilan cepat 112 dan PSC 119.

Abdullah menambahkan, kegiatan ini merupakan pengembangan dari gerakan sebelumnya yang dikenal sebagai Budaya Disiplin. Melalui pendekatan baru ini, diharapkan pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak pengguna jalan.

Rencananya, program Simpang Sejuta Selamat akan digelar secara rutin setiap tiga pekan sekali di beberapa titik strategis, seperti kawasan Asia Afrika, Merdeka–Aceh, dan Dago.

Harapannya, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan, baik di persimpangan maupun perlintasan kereta api.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177773119987-95fb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kerusakan Capai Rp400 Juta, Ini Dampak Kericuhan Demo Buruh di Bandung</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/05/02/kerusakan-capai-rp400-juta-ini-dampak-kericuhan-demo-buruh-di-bandung</link>
      <pubDate>Sat, 02 May 2026 12:45:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ely Kurniawati]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/05/02/kerusakan-capai-rp400-juta-ini-dampak-kericuhan-demo-buruh-di-bandung</guid>
      <description>Kerusuhan terjadi saat May Day Bandung 2026 di Dago Cikapayang. Aksi awal damai berubah ricuh, sebabkan kerusakan fasilitas hingga ratusan juta rupiah.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, berlangsung tertib sejak pagi hingga sore hari. Aktivitas buruh yang terpusat di sekitar Gedung Sate dan DPRD Jawa Barat berjalan damai tanpa gangguan berarti.

Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait. Kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan di Polrestabes Bandung sejak pukul 08.00 WIB.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa situasi sepanjang siang relatif kondusif. Petugas berjaga di sejumlah titik strategis hingga sore hari tanpa adanya lonjakan massa signifikan.

Menjelang petang, sekitar pukul 16.30 WIB, sekelompok massa sempat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan lampu merah Gedung Sate. Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban, namun berakhir dengan pembubaran secara tertib.

Ketegangan mulai meningkat pada malam hari sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Dago Cikapayang. Sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok anarko mulai melakukan tindakan anarkis seperti membakar fasilitas jalan dan merusak pembatas lalu lintas.

Situasi semakin memanas setelah massa dari arah Jalan Tamansari bergabung. Mereka diduga melakukan aksi sweeping serta membawa benda berbahaya seperti bom molotov.

Aparat kepolisian dari satuan Brimob segera turun tangan sekitar pukul 19.00 WIB untuk mengendalikan keadaan. Massa berhasil dipukul mundur, sementara petugas pemadam kebakaran dengan cepat mengatasi api yang sempat membesar.

Akibat kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan serius. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut kerusakan terjadi pada lampu lalu lintas (APILL) serta perangkat jaringan fiber optik di simpang Balubur Tamansari.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta dengan tingkat kerusakan hingga 75 persen. Saat ini, pihak Dishub tengah melakukan langkah darurat agar sistem lalu lintas tetap berfungsi sambil menunggu proses perbaikan permanen. 

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan. Kapolda Jawa Barat menyatakan bahwa pelaku memiliki ciri khas tertentu yang mengarah pada kelompok anarko.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan resmi peringatan Hari Buruh dan tidak mencerminkan aspirasi pekerja secara umum, melainkan murni tindakan perusakan.

Pemerintah Kota Bandung pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas umum demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Kerusakan fasilitas publik dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas warga sehari-hari.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/05/177770762184-eb87_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Larangan Penebangan Pohon di Jalan Provinsi, Pemkot Bandung Dukung Kebijakan Pemprov Jabar</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/30/larangan-penebangan-pohon-di-jalan-provinsi-pemkot-bandung-dukung-kebijakan-pemprov-jabar</link>
      <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:45:20 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/30/larangan-penebangan-pohon-di-jalan-provinsi-pemkot-bandung-dukung-kebijakan-pemprov-jabar</guid>
      <category>larangan penebangan pohon</category>
      <description>Pemkot Bandung dukung larangan penebangan pohon di jalan provinsi. Penebangan kini wajib izin gubernur, kecuali kondisi darurat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung menyatakan dukungannya terhadap kebijakan terbaru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melarang aktivitas penebangan maupun pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan provinsi.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 46.KH.06.03/ASDA EKBANG yang diterbitkan pada 4 April 2026 melalui Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa seluruh kegiatan penebangan atau pemangkasan pohon di jalan provinsi tidak diperbolehkan tanpa izin resmi dari Gubernur Jawa Barat. Pengecualian hanya berlaku dalam kondisi darurat, dengan kewajiban pelaporan setelah tindakan dilakukan.

Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Pemkot Bandung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mempertahankan kualitas ruang terbuka hijau di wilayah kota.

Sejumlah jalan provinsi yang melintasi Kota Bandung di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Pasteur, Jalan Cihampelas, Jalan Merdeka, Jalan Sudirman, Jalan HOS Cokroaminoto (Pasirkaliki), serta Jalan Gardujati.

Pepohonan di kawasan tersebut memiliki peran penting, tidak hanya memperindah kota, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas udara, menekan tingkat polusi, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menjelaskan bahwa Surat Edaran tersebut memuat tiga poin utama.

“Tidak boleh melakukan penebangan maupun pemangkasan pohon di ruas jalan provinsi. Jika akan dilakukan penebangan atau pemangkasan, harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Gubernur Jawa Barat. Dan apabila dalam kondisi darurat pohon harus ditebang dan tidak sempat melapor, maka setelah penanganan di lapangan dilakukan, hasilnya wajib dilaporkan kepada Gubernur,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat yang diteruskan ke DPKP Kota Bandung sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan DBMPR Provinsi Jawa Barat dan unit pelaksana teknis terkait.

“Jika nanti ada usulan pemangkasan atau penebangan di ruas jalan provinsi, akan kami arahkan sesuai kewenangan ke Dinas Bina Marga Provinsi sebagaimana isi surat edaran,” tambahnya.

Pemkot Bandung juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya keberadaan ruang hijau di perkotaan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup warga.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2025/12/farhan-bandung-4aa9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ngabandungan Bandung: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Lewat Video Mapping di Balai Kota</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/28/ngabandungan-bandung-edukasi-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping-di-balai-kota</link>
      <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:37:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/28/ngabandungan-bandung-edukasi-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping-di-balai-kota</guid>
      <category>bpbd kota bandung</category>
      <category>Ngabandungan Bandung</category>
      <category>video mapping Bandung</category>
      <category>kesiapsiagaan bencana</category>
      <category>Sesar Lembang&#13;
</category>
      <description>Ngabandungan Bandung hadirkan video mapping edukatif tentang kesiapsiagaan bencana, mengajak warga lebih sadar risiko dan mitigasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Pendekatan edukasi kebencanaan di Kota Bandung kini dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan menarik. 

Melalui pertunjukan video mapping bertajuk “Ngabandungan Bandung”, masyarakat diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana lewat perpaduan seni visual dan narasi budaya.

Acara yang digelar di Balai Kota Bandung pada Minggu malam, 26 April 2026 ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). 

Tidak sekadar pertunjukan, kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara interaktif.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/jelang-porprov-2026-1181-atlet-bandung-jalani-tes-sport-science">Baca Juga : Jelang Porprov 2026, 1.181 Atlet Bandung Jalani Tes Sport Science</a></b>

Kolaborasi antara komunitas Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari menghadirkan visual mapping yang sarat pesan. Keduanya dikenal sebagai kreator visual berskala nasional yang kerap menghadirkan karya imersif dengan pendekatan teknologi.

Mengusung cerita “Dongeng Kelana: Oray Tapa”, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami hubungan manusia dengan alam sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa konsep “Ngabandungan” bukan sekadar nama acara, tetapi juga ajakan untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

“Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap kesiapsiagaan Bencana. Kita ingin naik kelas tertinggi dengan Pengetahuan Bencana Sebagai lifestyle, Gaya Hidup atau Culture," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis seni diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap mitigasi bencana, dari yang sebelumnya dianggap isu serius menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Dengan Kesiapsiagaan Bencana Menjadi culture kita Harapkan Masyarakat untuk sadar bencana bukan sekadar menunggu Tetapi Literasi tentang Kebencaan Aktif,” kata Didi.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru">Baca Juga : Harga Sembako Bandung April 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Perubahan Harga Terbaru</a></b>

Sebagai wilayah yang memiliki potensi bencana cukup beragam, Kota Bandung menghadapi ancaman mulai dari banjir dan longsor hingga risiko gempa akibat aktivitas Sesar Lembang.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tumbuh dari lingkungan keluarga hingga komunitas.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/video-maping-bandung-2fe2_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Harga Sembako Bandung April 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Perubahan Harga Terbaru</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru</link>
      <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:33:03 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/28/harga-sembako-bandung-april-2026-stabil-ini-daftar-lengkap-perubahan-harga-terbaru</guid>
      <category>Harga sembako Bandung</category>
      <description>Harga sembako Bandung April 2026 relatif stabil. Simak daftar terbaru komoditas yang naik dan turun serta kondisi pasokan di pasar tradisional.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional masih berada dalam batas wajar. 

Meski terjadi pergerakan harga pada sejumlah komoditas, situasinya dinilai tetap terkendali dan belum mengganggu daya beli masyarakat.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), pemantauan rutin terus dilakukan di berbagai pasar utama. Hasil perbandingan data pada 16 April dan 23 April 2026 menunjukkan adanya dinamika harga, namun tidak mengarah pada lonjakan signifikan.

Sejumlah pasar yang menjadi titik pemantauan antara lain Pasar Astanaanyar, Sederhana, Palasari, Kosambi, Ujungberung, Pasar Baru, hingga Cihaurgeulis. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/kai-daop-2-sampaikan-duka-cita-dan-permohonan-maaf-atas-insiden-di-bekasi-timur-beberapa-perjalanan-ka-parahyangan-terdampak">Baca Juga : KAI Daop 2 Sampaikan Duka Cita dan Permohonan Maaf atas Insiden di Bekasi Timur, Beberapa Perjalanan KA Parahyangan Terdampak</a></b>

Dari hasil tersebut, beberapa komoditas tercatat masih stabil, seperti beras medium di kisaran Rp13.500 per kilogram, bawang merah Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp39.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp28.500 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, harga MinyaKita tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.000 per liter dan minyak goreng premium berkisar antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter.

Di sisi lain, beberapa bahan pangan justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun menjadi Rp64.000 per kilogram, disusul daging ayam ras yang kini berada di angka Rp36.500 per kilogram.

Namun demikian, terdapat pula komoditas yang mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Cabai rawit hijau tercatat naik menjadi Rp58.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah tanjung berada di kisaran Rp62.500 per kilogram.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, menegaskan bahwa kondisi pasokan secara keseluruhan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/28/jelang-porprov-2026-1181-atlet-bandung-jalani-tes-sport-science">Baca Juga : Jelang Porprov 2026, 1.181 Atlet Bandung Jalani Tes Sport Science</a></b>

"Pemantauan juga mencakup kebutuhan energi rumah tangga dan transportasi, termasuk BBM dan BBG, guna memastikan distribusi tetap lancar dan tidak terjadi gangguan pasokan di masyarakat," katanya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah kota juga terus memperkuat pengawasan distribusi barang penting seperti beras dan minyak goreng dengan melibatkan pelaku usaha serta distributor.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh kebutuhan pokok dapat diakses masyarakat secara merata dengan harga yang tetap terjangkau.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/bahan-pokok-pasar-0e97_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ngabandungan Bandung, Bangun Kesiapsiagaan Bencana Lewat Video Mapping</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/27/ngabandungan-bandung-bangun-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping</link>
      <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:42:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/27/ngabandungan-bandung-bangun-kesiapsiagaan-bencana-lewat-video-mapping</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <description>Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi seni pertunjukan melalui acara bertajuk “Ngabandungan Bandung”,</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi seni pertunjukan melalui acara bertajuk “Ngabandungan Bandung”, sebuah pertunjukan video mapping yang memadukan visual, budaya, dan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat di Balai Kota Bandung, Minggu, 26 April 2026 malam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kota Bandung, yang mengusung pendekatan kreatif dan interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sesar Lembang Kalcer dan Sembilan Matahari, yang dikenal dengan karya visual mapping berskala nasional. Melalui teknologi visual yang menarik, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami risiko bencana di Kota Bandung.

Mengangkat tema “Dongeng Kelana: Oray Tapa”, pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga sarana refleksi tentang hubungan manusia dengan alam serta penguatan nilai gotong royong dalam menghadapi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, “Ngabandungan” memiliki makna mendalam, yakni mengajak masyarakat untuk mendengar, mengenali diri, dan memahami lingkungan tempat tinggalnya sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana.

“Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap kesiapsiagaan Bencana. Kita ingin naik kelas tertinggi dengan Pengetahuan Bencana Sebagai lifestyle, Gaya Hidup atau Culture," ujarnya.

Pendekatan kreatif seperti video mapping diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap mitigasi bencana.

“Dengan Kesiapsiagaan Bencana Menjadi culture kita Harapkan Masyarakat untuk sadar bencana bukan sekadar menunggu Tetapi Literasi tentang Kebencaan Aktif,” kata Didi

Perlu diketahui, Kota Bandung memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, hingga ancaman gempa dari Sesar Lembang yang berpotensi menimbulkan dampak besar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas. 

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/whatsapp-image-2026-04-27-at-082938-b979_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Program Sasapu Bandung Diperluas, Sasar 181 Titik Aparat Kewilayahan Wajib Turun Lapangan</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/26/program-sasapu-bandung-diperluas-sasar-181-titik-aparat-kewilayahan-wajib-turun-lapangan</link>
      <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:35:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/26/program-sasapu-bandung-diperluas-sasar-181-titik-aparat-kewilayahan-wajib-turun-lapangan</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <description>Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya penanganan kebersihan kota melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas cakupannya secara signifikan</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya penanganan kebersihan kota melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas cakupannya secara signifikan. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk memastikan kebersihan kota ditangani secara langsung dan terukur.

Program Sasapu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu, 25 April 2026.

Program yang sebelumnya hanya dilaksanakan di 46 titik kini diperluas menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. 

Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif.

Farhan mengakui, pada tahap awal pelaksanaan, dirinya belum sepenuhnya puas terhadap hasil yang dicapai. 

Oleh karena itu, cakupan program ditingkatkan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat.

Salah satu ciri utama program Sasapu adalah keterlibatan langsung aparat kewilayahan. Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu, mulai pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

Langkah ini bertujuan agar para pemimpin wilayah tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi benar-benar memahami kondisi riil di lapangan, termasuk titik-titik rawan sampah, saluran tersumbat, hingga area yang membutuhkan intervensi cepat.

“Tidak bisa hanya duduk di kantor. Harus lihat langsung. Dengan begitu, solusi yang diambil juga lebih tepat,” ucap Farhan.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kinerja aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, program Sasapu diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel kebersihan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Kehadiran tenaga tambahan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan di titik-titik prioritas serta meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.

Kolaborasi lintas pemerintahan ini dinilai menjadi langkah strategis, mengingat persoalan kebersihan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antarlevel pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan program Sasapu sangat bergantung pada kedisiplinan aparat kewilayahan. 

Oleh karena itu, Pemkot Bandung tidak segan memberikan sanksi bagi aparatur yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Ia bahkan menyebutkan, mekanisme evaluasi dan pengawasan akan dilakukan secara ketat, termasuk pemberian sanksi bagi yang tidak hadir atau tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Kedisiplinan itu wajib. Kalau tidak turun, akan ada evaluasi dan sanksi. Ini bukan kegiatan seremonial,” tutur Farhan.

Program Sasapu tidak hanya fokus pada kegiatan pembersihan, tetapi juga menjadi sarana identifikasi berbagai persoalan lingkungan secara langsung, mulai dari titik penumpukan sampah, kondisi drainase, hingga potensi masalah kebersihan lainnya.

Hasil identifikasi ini kemudian menjadi dasar bagi tindak lanjut kebijakan, baik dalam bentuk penanganan cepat maupun perencanaan jangka menengah.

Dengan pendekatan ini, Pemkot Bandung berharap penanganan kebersihan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi lebih sistematis dan berkelanjutan.

Melalui perluasan program Sasapu, Pemkot Bandung menargetkan terjadinya perubahan nyata di tingkat lapangan, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun kinerja aparat kewilayahan

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/whatsapp-image-2026-04-26-at-094800-8bc9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Mudzakarah ANNAS III Tegaskan Pentingnya Jaga Akidah dan Persatuan Bangsa</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/26/mudzakarah-annas-iii-tegaskan-pentingnya-jaga-akidah-dan-persatuan-bangsa</link>
      <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:47:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/26/mudzakarah-annas-iii-tegaskan-pentingnya-jaga-akidah-dan-persatuan-bangsa</guid>
      <category>Mudzakarah</category>
      <category>Syiah</category>
      <category>Athian Ali</category>
      <description>Mudzakarah Nasional III Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Minggu (26/4/2026). &#13;
</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Mudzakarah Nasional III Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Minggu (26/4/2026). 

Pertemuan tersebut dihadiri ratusan ulama, akademisi, tokoh masyarakat, hingga aktivis organisasi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat tema “Antisipasi terhadap Gerakan Syiah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” dan menjadi ajang konsolidasi umat dalam menghadapi tantangan ideologis yang kian kompleks.

Sejak beberapa hari sebelum acara, peserta dari luar daerah mulai berdatangan. Total lebih dari 400 peserta hadir, termasuk sekitar 140 perwakilan cabang dan badan otonom ANNAS dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Forum ini menegaskan keterkaitan erat antara isu akidah dan kebangsaan sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum ANNAS, KH Athian Ali M Da’i, membuka acara dengan menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara komitmen keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan. 

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Barat turut menyampaikan paparan mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.

Dalam sesi utama, pembahasan mudzakarah difokuskan pada dua hal strategis, yakni upaya penanggulangan ancaman terhadap akidah serta langkah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Sejumlah narasumber nasional turut memberikan pandangan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek hukum, sosial, hingga strategi dakwah.

Tak sekadar menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja ke depan. 

Hasilnya kemudian dirumuskan dalam sidang paripurna sebagai rekomendasi resmi Mudzakarah Nasional ANNAS III.

Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat luas sebagai kontribusi pemikiran dalam menjaga stabilitas nasional dan keutuhan bangsa.

Dalam wawancara terpisah, KH Athian Ali menekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan. Dia menyinggung peristiwa konflik Sampang 2012 sebagai contoh yang tidak diharapkan terulang.

“Kita tidak ingin peristiwa berdarah seperti di Sampang terjadi kembali. Karena itu, ANNAS terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Menurut Athian, setiap individu memiliki kebebasan dalam meyakini ajaran tertentu. Namun, penyampaian keyakinan di ruang publik perlu dilakukan secara bijak agar tidak memicu gesekan sosial.

Dia juga mengingatkan adanya dinamika di sejumlah negara yang mengalami konflik akibat perbedaan mazhab. “Itu yang kita coba antisipasi, jangan sampai terjadi di Indonesia. Kita ingin menjaga kesatuan bangsa dan mencegah potensi perpecahan,” katanya.

Athian menegaskan, ANNAS berperan dalam berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat guna menjaga stabilitas. Menanggapi tudingan intoleransi, dia menyatakan, penegakan hukum terhadap pelanggaran tidak bisa disamakan dengan sikap intoleran.

“Kalau ada pelanggaran hukum, tentu harus ditindak. Itu bukan soal toleransi atau tidak, tapi penegakan aturan,” tegasnya.

Selain menghasilkan rekomendasi, ANNAS juga telah menyusun dan menyebarluaskan buku yang memuat pandangan organisasi terkait potensi dampak ajaran Syiah terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kepada berbagai pejabat, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Melalui Mudzakarah Nasional ANNAS III ini, ANNAS kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga akidah sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika yang terus berkembang. ***



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/annas-2-04df_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Mengenal Oneng Nani Hadian, Sosok Kartini yang Menyapa Warga</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/23/mengenal-oneng-nani-hadian-sosok-kartini-yang-menyapa-warga</link>
      <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:59:42 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/23/mengenal-oneng-nani-hadian-sosok-kartini-yang-menyapa-warga</guid>
      <category>Kartini</category>
      <category>Oneng Nani Hadian Supriatna</category>
      <category>Cibiru Wetan</category>
      <description>Kartini mungkin merangkai kata tentang harapan, tetapi Oneng Nani Hadian Supriatna 'menuliskannya' lewat tindakan. </description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kartini mungkin merangkai kata tentang harapan, tetapi Oneng Nani Hadian Supriatna 'menuliskannya' lewat tindakan. Dia datang sebagai penggerak senyap yang menjaga denyut pelayanan masyarakat tetap hidup. 

Dari posyandu, kelompok wanita tani, hingga ruang-ruang kecil tempat warga menggantungkan kebutuhan dasarnya, Oneng Nani hadir tanpa sorotan. Tak selalu muncul di barisan depan, di tengah geliat pembangunan Desa Cibiru Wetan. 

Pegiat Perempuan dan Ketua Pemuda Kolaborasi Audinie Notohadinegoro menyebut Oneng Nani sebagai sosok yang tidak mencari cahaya, tapi menjadi cahaya itu sendiri. Bagi Audinie, kekuatan Oneng Nani terletak pada kesunyian kerja yang dijalani setiap hari. 

“Beliau ini seperti Kartini dalam bentuk yang berbeda. Tidak banyak bicara, tapi memastikan semua program benar-benar sampai ke warga,” ujar Audinie dalam sebuah percakapan. 

Oneng Nani Hadian Supriatna adalah ibu rumah tangga yang memilih hadir penuh dalam kerja-kerja desa. Dia mendampingi Kepala Desa Cibiru Wetan melalui perannya sebagai Ketua TP-PKK, sekaligus menggerakkan berbagai layanan sosial yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Setiap hari, dia berinteraksi dengan kader PKK, mendampingi posyandu, menyambangi kelompok wanita tani, hingga memastikan layanan PAUD, Kampung KB, dan kelompok disabilitas berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas itu ia jalani tanpa banyak sorotan, tetapi dengan konsistensi yang terus terjaga.

“Saya bersyukur tidak menjadi wanita karier. Waktu dan tenaga saya bisa saya dedikasikan untuk desa,” kata Oneng dalam sebuah obrolan ringan.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di lapangan, menjelma menjadi rangkaian kerja yang tidak pernah berhenti. Kehadirannya menjadi penghubung antara program dan warga, antara kebijakan dan kebutuhan yang nyata.

Desa Cibiru Wetan pun mencatat berbagai capaian. Di antaranya Juara 2 Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2022, Juara 2 Hatinya PKK tahun 2025, serta sejumlah penghargaan di tingkat PKK Kabupaten Bandung. Sebelumnya, dia juga pernah masuk dalam 10 Kader Keamanan Pangan Terbaik Tingkat Nasional tahun 2021.

Namun bagi Oneng Nani, semua itu bukan tujuan akhir. “Ini kerja bersama,” ujarnya merendah. “Saya hanya bagian kecil dari banyak orang yang bergerak.”

Audinie menyebutnya sebagai sosok yang menghidupkan kerja-kerja desa dari sisi yang kerap tak terlihat. “Kalau Kartini memperjuangkan gagasan lewat tulisan, Bu Oneng memperjuangkannya lewat kehadiran,” katanya.

Di Cibiru Wetan, pengabdian itu tidak selalu terdengar. Dia terasa, dalam aktivitas posyandu, gerak kader, dan layanan dasar yang sampai ke warga tanpa putus.

Seperti Kartini yang menyalakan cahaya dari ruang sunyi, Oneng Nani Hadian Supriatna menyalakan kehidupan desa dengan langkah-langkah kecil yang konsisten. Tanpa banyak gema, tetapi cukup untuk menjaga nyala itu tetap ada.



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/oneng-fbfb_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Jelang Iduladha 2026, Pemkot Bandung Siapkan Sistem Canggih Cek Hewan Kurban</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/jelang-iduladha-2026-pemkot-bandung-siapkan-sistem-canggih-cek-hewan-kurban</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/jelang-iduladha-2026-pemkot-bandung-siapkan-sistem-canggih-cek-hewan-kurban</guid>
      <category>hewan kurban sehat Bandung</category>
      <category>Iduladha 2026 Bandung</category>
      <category>aplikasi E Selamat kurban</category>
      <category>cara cek hewan kurban</category>
      <category>pelatihan juru sembelih halal</category>
      <description>DKPP Bandung pastikan hewan kurban sehat jelang Iduladha 2026 lewat aplikasi E-Selamat dan pemeriksaan ketat di 30 kecamatan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Menjelang Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memperkuat berbagai langkah pengawasan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan sesuai syariat.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang sekaligus terjamin dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban.

“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” ujar Gin Gin, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, pemeriksaan ante mortem untuk memastikan kondisi hewan saat masih hidup. Kedua, post mortem guna memeriksa organ dalam setelah penyembelihan.

Langkah ini dinilai penting karena risiko penyakit dari hewan ke manusia cukup tinggi dan perlu diantisipasi sejak awal.

<b>Inovasi Digital E-Selamat</b>

Untuk memudahkan masyarakat, DKPP menghadirkan aplikasi E-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang). Melalui sistem ini, warga cukup memindai barcode pada hewan kurban untuk mengetahui riwayat kesehatannya.

Informasi yang ditampilkan meliputi foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakan, sehingga proses pemilihan menjadi lebih transparan.

Sebanyak 184 petugas diterjunkan ke 30 kecamatan guna memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan optimal.

Pengawasan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia wilayah Jawa Barat, Fakultas Kedokteran Hewan Unpad, hingga Telkom University.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh.

Tak hanya pengawasan, DKPP juga menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban secara halal bagi masyarakat dan pengurus DKM.

Materi yang diberikan mencakup aspek syariat, teknik penyembelihan, higiene, hingga kesejahteraan hewan. Program ini melibatkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Salman ITB.

Pelatihan ini diharapkan melahirkan juru sembelih halal (Juleha) yang kompeten.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan proses kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban yang telah melalui pemeriksaan resmi, sehingga ibadah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkualitas.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/hewan-kurban-iduladha-bandung-30cf_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dishub Bandung Tertibkan Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditilang dan Diderek</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/dishub-bandung-tertibkan-parkir-liar-puluhan-kendaraan-ditilang-dan-diderek</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 14:17:05 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/dishub-bandung-tertibkan-parkir-liar-puluhan-kendaraan-ditilang-dan-diderek</guid>
      <description>Dishub Bandung tertibkan parkir liar di sejumlah ruas jalan. Puluhan kendaraan ditilang dan diderek, sanksi hingga Rp525 ribu.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dinas Perhubungan Kota Bandung kembali menggelar operasi penertiban parkir liar di sejumlah ruas jalan sibuk. 

Aksi ini difokuskan pada kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Jalan Otista, Panjunan, Gardujati, hingga wilayah Dago dan Braga.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan serta melindungi hak pejalan kaki yang kerap terganggu oleh kendaraan parkir sembarangan.

Kepala Seksi Ketertiban Transportasi Dishub Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, mengakui bahwa pelanggaran parkir di atas trotoar masih menjadi persoalan yang sulit ditangani.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/20/dukungan-bertambah-rd-iman-firmansyah-semakin-percaya-diri-maju-sebagai-calon-ketua-dpd-perbasi-jabar">Baca Juga : Dukungan Bertambah, Rd. Iman Firmansyah Semakin Percaya Diri Maju Sebagai Calon Ketua DPD Perbasi Jabar</a></b>

“Hal yang paling sulit memang penertiban di trotoar, seperti di Jalan Otista, Panjunan, Gardujati hingga sepanjang Djuanda dan Braga. Tapi alhamdulillah operasi tetap bisa dilaksanakan,” kata Ulloh saat dikonfirmasi, Minggu 19 April 2026.

<b>Puluhan Kendaraan Ditindak</b>

Dalam operasi tersebut, petugas menindak puluhan kendaraan yang terbukti melanggar aturan parkir.

Sebanyak 5 sepeda motor langsung diangkut, sementara 14 mobil dikenai sanksi melalui sistem tilang elektronik mobile (ETLE). Selain itu, 10 kendaraan roda empat lainnya ditilang langsung di lokasi oleh petugas.

“Untuk ETLE mobile itu kebanyakan roda empat, begitu juga yang ditilang manual oleh kepolisian,” ujarnya.

Dishub memastikan sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Besaran denda mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/19/perkuat-eksistensi-log-in-megastore-hadirkan-inovasi-dan-harga-kompetitif">Baca Juga : Perkuat Eksistensi, Log In Megastore Hadirkan Inovasi dan Harga Kompetitif</a></b>

Untuk pelanggaran kendaraan roda dua, denda sekitar Rp245 ribu. Sementara kendaraan roda empat yang diderek dikenai denda sekitar Rp525 ribu.

Ulloh menjelaskan, metode penindakan bergantung pada kondisi di lapangan. Jika pemilik kendaraan berada di tempat, maka akan langsung dikenai tilang manual. Namun, jika kendaraan ditinggalkan, maka penindakan dilakukan melalui ETLE mobile.

“Kalau ada orangnya kita tilang manual kalau tidak ada kita gunakan ETLE mobile. Proses selanjutnya nanti ditangani oleh kepolisian,” tuturnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/dishub-parkir-liar-bandung-0774_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Stok MinyakKita Aman, Harga Pangan Bandung Masih Terkendali</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/stok-minyakkita-aman-harga-pangan-bandung-masih-terkendali</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:11:40 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/20/stok-minyakkita-aman-harga-pangan-bandung-masih-terkendali</guid>
      <category>harga MinyakKita Bandung</category>
      <category>stok minyak goreng subsidi</category>
      <category>harga pangan Bandung terbaru</category>
      <category>harga cabai hari ini</category>
      <category>Pasar Sederhana Bandung</category>
      <description>Stok MinyakKita di Bandung aman dan sesuai HET. Harga pangan di Pasar Sederhana relatif stabil, meski cabai alami fluktuasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Ketersediaan minyak goreng subsidi MinyakKita di Kota Bandung dipastikan tetap aman dan dijual sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, usai melakukan pemantauan langsung di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026).

Menurut Ronny, suplai minyak goreng dari Perum Bulog berjalan konsisten setiap pekan ke para pedagang pasar tradisional.

“Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” ujarnya.

Ia menambahkan, pedagang yang ingin mendapatkan pasokan tersebut diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Simira dengan melengkapi persyaratan administratif.

“Semua sebenarnya sudah disasar, tinggal apakah pedagang mau memenuhi persyaratan atau tidak. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti NIB,” jelasnya.

Selain minyak goreng, pemantauan juga dilakukan terhadap berbagai bahan pokok lainnya. Secara umum, harga pangan di Pasar Sederhana masih relatif stabil.

Komoditas seperti beras, telur, daging ayam, hingga daging sapi masih berada dalam kisaran harga normal.

<b>Cabai Alami Fluktuasi</b>

Perubahan harga justru terjadi pada komoditas sayuran, terutama cabai. Beberapa jenis cabai mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp73.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai hijau keriting dan bawang putih juga tercatat turun masing-masing sekitar Rp4.000 dan Rp2.000 per kilogram.

Di sisi lain, kenaikan harga terjadi pada cabai rawit hijau yang naik menjadi Rp53.000 per kilogram, serta cabai merah keriting yang menyentuh Rp48.000 per kilogram.

Meski terdapat dinamika harga, pemerintah memastikan situasi pasar masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” pungkasnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/harga-pangan-bandung-c1e5_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Banjir Tak Kunjung Usai, Ternyata Ini Masalah Besar di Hulu Bandung</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/19/banjir-tak-kunjung-usai-ternyata-ini-masalah-besar-di-hulu-bandung</link>
      <pubDate>Sun, 19 Apr 2026 16:20:49 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/19/banjir-tak-kunjung-usai-ternyata-ini-masalah-besar-di-hulu-bandung</guid>
      <category>banjir Derwati Bandung</category>
      <description>Walhi ungkap penyebab banjir Derwati Bandung akibat kerusakan lingkungan dan tata ruang. Dedi Mulyadi dorong solusi tegas.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Banjir yang merendam kawasan Derwati, Gedebage, Kota Bandung, dinilai tidak hanya dipicu oleh meluapnya sungai. 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyebut bencana ini merupakan dampak dari persoalan lingkungan yang lebih kompleks.

Tim Disaster Walhi Jabar, Aldi Maulana, menilai kegagalan tata ruang serta rusaknya ekosistem di wilayah hulu menjadi faktor utama yang memperparah kondisi banjir.

"Pemerintah tidak becus memitigasi alih fungsi lahan yang masif terjadi di kawasan hulu, sehingga hujan deras tidak tertampung baik oleh alam. Daerah aliran sungai mengalami over capacity dan timbul banjir," ungkap Aldi.

<b>Kerusakan Ekologis Jadi Akar Masalah</b>

Walhi mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab, mulai dari alih fungsi lahan resapan menjadi kawasan permukiman hingga rusaknya ekosistem sungai seperti Sungai Citarik, Sungai Cipamulihan, dan Sungai Cinambo.

"Lemahnya konsistensi penegakan hukum tata ruang serta pelaksanaan pembangunan di kawasan budidaya dan konservasi untuk kepentingan komersial," lanjut Aldi.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak optimal, serta kiriman air dari wilayah Sapan, Kabupaten Bandung, yang tidak tertampung dengan baik.

<b>Mitigasi Dinilai Belum Maksimal</b>

Walhi menilai respons pemerintah masih belum menyentuh akar persoalan. Banjir yang bertahan hingga lebih dari enam hari disebut sebagai indikator lemahnya sistem mitigasi.

"Dia [Farhan] mengakui bahwa kawasan permukiman lebih rendah dari tinggi muka sungai persoalan mendasar yang belum terpecahkan," sambungnya.

Aldi juga mengkritik pendekatan yang terlalu berfokus pada infrastruktur hilir seperti drainase dan pompa air, tanpa memperbaiki kondisi hulu.

"Anggaran infrastruktur terus mengalir, tapi akar persoalan ekologis, alih fungsi lahan hulu, rusaknya DAS, penyempitan sungai belum ditangani secara serius dan sistematis," tegas Aldi.

<b>Rencana Pemkot Bandung dan Kondisi Terkini</b>

Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan solusi berupa pembangunan saluran air baru serta rumah pompa untuk mengurangi genangan di kawasan terdampak.

Wali Kota Muhammad Farhan menyebut proyek tersebut akan masuk dalam perencanaan anggaran mendatang.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung">Baca Juga : Dedi Mulyadi Dorong Perubahan Tata Ruang untuk Atasi Banjir di Kabupaten Bandung</a></b>

“Perencanaan akan kita matangkan dalam beberapa minggu ke depan. Ini menjadi solusi jangka panjang agar genangan tidak terus berulang,” kata Farhan.

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, sebanyak 248 kepala keluarga terdampak banjir dengan puncak kejadian terjadi pada 13 April 2026 akibat hujan deras berkepanjangan.

<b>Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan</b>

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan perlunya langkah tegas untuk menghentikan alih fungsi lahan yang dinilai menjadi penyebab utama banjir di wilayah Bandung Raya.

"Satu, tata ruang Kabupaten Bandung diubah. Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi. Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," ujarnya.

Ia juga menyoroti pembangunan masif di lahan produktif yang merusak keseimbangan lingkungan.

"Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya.

<b>Solusi Jangka Panjang: Relokasi dan Pemulihan Hulu</b>

Selain pembenahan tata ruang, Dedi menilai relokasi permukiman di bantaran sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

"Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan," ucap Dedi.

Ia mengingatkan, tanpa langkah tegas dan menyeluruh, banjir akan terus menjadi ancaman rutin di kawasan Bandung Raya setiap musim hujan.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/banjir-darwati-bandung-1990_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Program Sapu-Sapu Bandung: 4.600 Personel Bersihkan Kota Setiap Minggu Pagi</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/19/program-sapu-sapu-bandung-4600-personel-bersihkan-kota-setiap-minggu-pagi</link>
      <pubDate>Sun, 19 Apr 2026 14:37:03 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/19/program-sapu-sapu-bandung-4600-personel-bersihkan-kota-setiap-minggu-pagi</guid>
      <category> Wali Kota Muhammad Farhan</category>
      <description>Program Sapu-Sapu Bandung libatkan 4.600 personel bersihkan kota tiap Minggu pagi. Upaya Pemkot bangun budaya bersih dan nyaman bagi wisatawan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai menggulirkan kebiasaan baru melalui program Sapu-Sapu Bandung, sebuah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan rutin setiap Minggu dini hari. 

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 07.00 WIB dengan melibatkan ribuan personel.

Pada tahap awal pelaksanaan, sekitar 4.600 aparatur kewilayahan dikerahkan untuk turun langsung ke berbagai titik di kota. 

Langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan Bandung, terutama di akhir pekan ketika jumlah wisatawan meningkat.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Dalam siaran pers Humas Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari upaya membangun budaya baru di lingkungan pemerintahan.

“Tujuannya membangkitkan kebiasaan baru, setiap Minggu subuh wali kota, camat, lurah, dan jajaran kewilayahan turun langsung membersihkan jalan,” ujar Farhan di Taman Cikapayang, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemilihan hari Minggu didasarkan pada tingginya aktivitas wisata di Bandung pada hari tersebut. Oleh karena itu, kebersihan kota menjadi prioritas agar memberikan kesan positif bagi para pengunjung.

Saat ini, program masih dalam tahap uji coba. Dari rencana awal 30 titik, pelaksanaannya diperluas menjadi 47 lokasi di berbagai kawasan kota. 

Beberapa titik seperti Lengkong Kecil dan Jalan L.L.R.E. Martadinata menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan.

Kegiatan ini melibatkan seluruh wilayah administratif, mencakup 151 kelurahan dan 30 kecamatan. Selain aparatur wilayah, dukungan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup serta petugas Gober.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan ratusan personel yang disebar di sejumlah ruas jalan utama.

“Untuk 10 minggu pertama, sudah kami agendakan kegiatan ini rutin setiap Minggu mulai pukul empat pagi,” kata Darto.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/pemetaan-kompetensi-matematika-siswa-sd-dan-smp-di-cekungan-bandung-tahun-2026">Baca Juga : Pemetaan Kompetensi Matematika, Siswa SD dan SMP di Cekungan Bandung Tahun 2026</a></b>

Sementara itu, Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Abriwiansyah Fitri, mengungkapkan bahwa jumlah personel yang terlibat sangat besar, termasuk ribuan petugas Gober dan ASN dari tiap kecamatan.

“Kalau dirata-ratakan, total personel yang bergerak sekitar 4.000 orang lebih,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung masih membuka ruang evaluasi terhadap program ini. Harapannya, gerakan Sapu-Sapu Bandung dapat berkembang menjadi budaya bersih yang tidak hanya dijalankan aparatur, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/farhan-bersih2-kota-8227_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dari Bandung untuk Dunia: Momen Bersejarah yang Ubah Peta Global</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/18/dari-bandung-untuk-dunia-momen-bersejarah-yang-ubah-peta-global</link>
      <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 14:57:50 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/18/dari-bandung-untuk-dunia-momen-bersejarah-yang-ubah-peta-global</guid>
      <category>Konferensi Asia Afrika 1955</category>
      <category>sejarah Bandung dunia</category>
      <category>Dasasila Bandung</category>
      <category>Perang Dingin Asia Afrika</category>
      <category>Soekarno KAA Bandung</category>
      <description>Kilas balik Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang menyatukan negara Asia-Afrika dan melahirkan Dasasila Bandung.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kota Bandung pernah menjadi panggung penting dunia saat menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955 yang berlangsung pada 18–24 April 1955. 

Peristiwa ini menandai kebangkitan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika di tengah tekanan geopolitik global.

Pasca Perang Dunia II, banyak negara di Asia dan Afrika masih berjuang keluar dari bayang-bayang kolonialisme. 

Di sisi lain, dunia terjebak dalam ketegangan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang memicu konflik di berbagai kawasan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

Gagasan untuk menyatukan negara-negara berkembang mulai menguat dalam pertemuan di Kolombo pada 1954. 

Usulan tersebut kemudian diperluas oleh Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo, dengan dukungan penuh dari Presiden Soekarno yang mendorong terbentuknya forum lintas benua.

Kesepakatan penting dicapai dalam pertemuan di Bogor yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah. Bandung pun dipilih sebagai lokasi utama, dengan total 29 negara diundang untuk ambil bagian dalam konferensi bersejarah ini.

Menjelang pelaksanaan, berbagai persiapan dilakukan secara intensif. Gedung Merdeka disiapkan sebagai pusat konferensi, sementara fasilitas pendukung seperti penginapan dan transportasi juga dibenahi demi menyambut delegasi internasional.

Pada 18 April 1955, suasana Bandung dipenuhi antusiasme masyarakat. Para delegasi berjalan kaki menuju lokasi konferensi dalam momen ikonik yang dikenal sebagai “Langkah Bersejarah”, disambut hangat oleh warga di sepanjang jalan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai">Baca Juga : 13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</a></b>

Konferensi dibuka langsung oleh Soekarno melalui pidato monumental berjudul “Let a New Asia and a New Africa be Born”. 

Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya persatuan negara-negara yang memiliki latar belakang berbeda namun memiliki pengalaman serupa dalam penjajahan.

Selama satu pekan, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi hingga stabilitas politik global. 

Perbedaan pandangan sempat muncul, tetapi dapat diselesaikan melalui dialog dan semangat saling menghormati.

Konferensi ditutup pada 24 April 1955 dengan menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi pedoman hubungan internasional berbasis perdamaian, kesetaraan, dan kedaulatan.

Hasil tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Gerakan Non-Blok serta memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan global. 

Hingga kini, kawasan Asia Afrika di Bandung tetap menjadi simbol sejarah yang mengingatkan peran penting Indonesia di dunia internasional.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/asia-afrika-d751_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Survei Kepuasan Warga Bandung Meningkat, Muhammad Farhan Soroti Pengangguran dan Ekonomi</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/17/survei-kepuasan-warga-bandung-meningkat-muhammad-farhan-soroti-pengangguran-dan-ekonomi</link>
      <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 15:48:06 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/17/survei-kepuasan-warga-bandung-meningkat-muhammad-farhan-soroti-pengangguran-dan-ekonomi</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>kepuasan masyarakat Bandung</category>
      <category>ekonomi Kota Bandung</category>
      <category>pengangguran Bandung</category>
      <category>survei Litbang Kompas</category>
      <description>Kepuasan warga Bandung naik di atas 80 persen. Muhammad Farhan soroti tantangan ekonomi, pengangguran, dan daya beli masyarakat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Wali Kota Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap berbagai layanan publik. 

Meski demikian, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, terutama di sektor ekonomi.

Farhan menyebut layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi publik kini mencatat tingkat kepuasan di atas 80 persen. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/program-bedah-rumah-dimulai-warga-jabar-dapat-bantuan-hingga-rp40-juta">Baca Juga : Program Bedah Rumah Dimulai, Warga Jabar Dapat Bantuan hingga Rp40 Juta</a></b>

Ia mengapresiasi capaian tersebut, namun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada angka tersebut.

“Ini capaian yang patut disyukuri, tetapi kita belum puas. Target kita tetap 100 persen,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Di sisi lain, sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama. Tingkat kepuasan masyarakat di bidang ini belum menembus angka 80 persen, seiring masih tingginya angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 7,44 persen.

“Ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Ini yang harus kita selesaikan,” katanya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bandung yang berada di angka 5,29 persen dinilai belum maksimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lemahnya sektor industri pengolahan serta terbatasnya aktivitas transportasi udara yang berdampak pada sektor perdagangan.

Farhan juga menyoroti daya beli masyarakat yang belum pulih, meski inflasi berhasil ditekan di bawah 1 persen. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data ekonomi dan kondisi riil di lapangan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

“Secara angka inflasi rendah, tetapi masyarakat masih merasa harga mahal. Artinya daya beli belum pulih,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Bandung akan memprioritaskan penguatan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi publik.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2025/12/farhan-operasi-pasar-632a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Perketat Pengawasan WFH ASN, Muhammad Farhan Siapkan Sanksi Lebih Berat</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/17/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-wfh-asn-muhammad-farhan-siapkan-sanksi-lebih-berat</link>
      <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 13:03:28 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/17/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-wfh-asn-muhammad-farhan-siapkan-sanksi-lebih-berat</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>WFH ASN Bandung</category>
      <category>anksi ASN WFH</category>
      <description>Pemkot Bandung perketat pengawasan WFH ASN setelah temukan pelanggaran. Farhan tegaskan sanksi berat menanti bagi pelanggar.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung meningkatkan pengawasan terhadap penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil setelah evaluasi internal menemukan adanya pelanggaran disiplin oleh sejumlah pegawai.

Wali Kota Muhammad Farhan mengungkapkan, terdapat ASN yang tidak menjalankan kewajiban selama WFH sesuai aturan. Bahkan, beberapa di antaranya diketahui tidak berada di tempat tugas.

“Minggu lalu ada tiga ASN yang seharusnya WFH, tetapi justru bepergian ke luar kota. Saat ini masih diberikan peringatan tertulis,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Jumat, 17 April 2026.

Farhan menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memperketat sanksi apabila pelanggaran kembali terjadi. Menurutnya, kedisiplinan ASN tetap menjadi prioritas meskipun sistem kerja bersifat fleksibel.

“Kalau pelanggaran terulang, sanksinya bisa lebih serius. Tidak hanya teguran, tetapi bisa masuk ke sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

Untuk mencegah pelanggaran serupa, pengawasan akan diperkuat melalui sistem digital yang memungkinkan pemantauan kinerja secara langsung. Selain itu, pemeriksaan lapangan juga akan dilakukan oleh instansi terkait guna memastikan kebijakan berjalan sesuai ketentuan.

Farhan menekankan, WFH bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi tanggung jawab pegawai.

“WFH tetap harus terukur. Kita kontrol melalui perangkat digital untuk memastikan ASN tetap bekerja sesuai tugasnya,” katanya.***





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/01/pemkot-bandung-a8de_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>13 Kecamatan Terdampak, Dadang Supriatna Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mengintai</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai</link>
      <pubDate>Thu, 16 Apr 2026 15:15:53 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/16/13-kecamatan-terdampak-dadang-supriatna-ungkap-ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mengintai</guid>
      <category>Cuaca ekstrem Bandung</category>
      <category>Bupati Bandung Dadang Supriatna</category>
      <category>banjir Bandung 2026</category>
      <description>Banjir dan puting beliung melanda 13 kecamatan di Bandung. Sebanyak 65 rumah rusak, warga diminta waspada cuaca ekstrem.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik. 

Kondisi ini mendorong Dadang Supriatna turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (15/4/2026) malam.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek. Di lokasi ini, Dadang memastikan kondisi warga sekaligus mengecek kesiapan dapur umum yang disiapkan untuk kebutuhan pengungsi.

Dalam kunjungannya, ia juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/plaza-haji-al-qosbah-bandung-tawarkan-manasik-umrah-dan-wisata-religi-murah">Baca Juga : Plaza Haji Al Qosbah Bandung Tawarkan Manasik Umrah dan Wisata Religi Murah</a></b>

"Saya sudah mengingatkan ASN saat apel pagi bulan April bahwa kondisi ekstrem belum berakhir. BMKG juga memprediksi situasi ini berlangsung hingga akhir April," ujar Dadang sesuai peninjauan, seperti diktip dari Tribun News.

Berdasarkan laporan sementara, banjir tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sedikitnya 13 kecamatan di Kabupaten Bandung terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi. Selain banjir, bencana lain seperti angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi.

Dampak dari puting beliung tersebut cukup signifikan. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

"Kami mencatat sekitar 65 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung, sehingga perlu segera diperbaik," katanya.

Untuk mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana membentuk tim terpadu dengan melibatkan berbagai unsur melalui skema pentahelix. Rapat koordinasi pun akan digelar bersama tujuh kecamatan terdampak.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/16/pemetaan-kompetensi-matematika-siswa-sd-dan-smp-di-cekungan-bandung-tahun-2026">Baca Juga : Pemetaan Kompetensi Matematika, Siswa SD dan SMP di Cekungan Bandung Tahun 2026</a></b>

Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memastikan langkah penanganan berjalan efektif.

"Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan berjalan maksimal dan tepat sasaran," ucapnya.

Di tingkat desa, upaya penanganan darurat juga terus dilakukan. Kepala Desa Sukamanah, Dede Rahim, menyampaikan bahwa bantuan dari berbagai pihak sangat membantu warga yang terdampak.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung yang sudah meninjau lokasi banjir di wilayah kami, juga kepada para relawan, pemerintah kabupaten, dan provinsi yang sudah memberikan bantuan. Kami juga terus menyiapkan dapur umum untuk warga," ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem hingga akhir bulan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/dadang-supriatna-a793_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Proyek BRT Bandung Mulai Disosialisasikan di 22 Kecamatan Terdampak</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/proyek-brt-bandung-mulai-disosialisasikan-di-22-kecamatan-terdampak</link>
      <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:46:20 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/proyek-brt-bandung-mulai-disosialisasikan-di-22-kecamatan-terdampak</guid>
      <category>BRT Bandung</category>
      <category>proyek transportasi Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung mulai sosialisasi proyek BRT di 22 kecamatan. Warga dilibatkan untuk memahami dampak dan perubahan jalur transportasi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai menggerakkan tahap awal pembangunan sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) dengan mengedepankan pendekatan komunikasi kepada masyarakat. 

Langkah ini dilakukan sebelum proyek fisik benar-benar dimulai di sejumlah titik strategis kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa proses sosialisasi kini difokuskan pada wilayah-wilayah yang akan terdampak langsung oleh pembangunan jalur utama BRT.

“Sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh di 22 kecamatan yang terdampak. Kita libatkan masyarakat, mulai dari kelurahan, RT/RW, hingga perwakilan pedagang kaki lima dan pihak lain yang terdampak,” ujarnya usai rapat koordinasi di Balai Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung">Baca Juga : Dedi Mulyadi Dorong Perubahan Tata Ruang untuk Atasi Banjir di Kabupaten Bandung</a></b>

Program ini tidak hanya menyasar aparat kewilayahan, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga warga yang beraktivitas di sekitar jalur yang akan dibangun. 

Tujuannya, agar seluruh pihak memahami perubahan yang akan terjadi sekaligus meminimalkan potensi gejolak di lapangan.

Rasdian menegaskan, Pemkot Bandung mengedepankan transparansi informasi dalam setiap tahapan proyek. Seluruh aspek, baik jalur utama (on-corridor) maupun jalur penunjang, akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Dari hasil kajian teknis, dampak paling signifikan diperkirakan terjadi di jalur utama sepanjang 21 kilometer. Sejumlah kawasan padat seperti Andir, Regol, dan Sumur Bandung menjadi fokus utama pembangunan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis">Baca Juga : Tak Sekadar Mulus, Jalan di Bandung Kini Dibuat Lebih Estetis</a></b>

Di wilayah tersebut, pemerintah berencana menghadirkan jalur khusus BRT yang dilengkapi pembatas atau separator untuk menjaga kelancaran operasional angkutan massal.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui sejak awal rencana pembangunan, termasuk perubahan yang akan terjadi di lapangan,” tambah Rasdian.

Pemkot Bandung menargetkan seluruh proses sosialisasi rampung pada akhir April hingga awal Mei 2026. 

Dengan demikian, masyarakat diharapkan sudah siap menghadapi perubahan, termasuk penyesuaian aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis">Baca Juga : Tak Sekadar Mulus, Jalan di Bandung Kini Dibuat Lebih Estetis</a></b>

Kolaborasi dengan World Bank dan Kementerian Perhubungan menjadi bagian penting dalam proyek ini. Keterlibatan pihak eksternal tersebut menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem transportasi publik yang modern dan terintegrasi.

Melalui pendekatan partisipatif sejak awal, pembangunan BRT diharapkan berjalan lancar serta mampu meningkatkan kualitas mobilitas warga di Kota Bandung secara signifikan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/ilustrasi-bus-c92d_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Dedi Mulyadi Dorong Perubahan Tata Ruang untuk Atasi Banjir di Kabupaten Bandung</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung</link>
      <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 18:36:48 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/dedi-mulyadi-dorong-perubahan-tata-ruang-untuk-atasi-banjir-di-kabupaten-bandung</guid>
      <category>banjir Kabupaten Bandung</category>
      <category>Dedi Mulyadi</category>
      <category>tata ruang Bandung</category>
      <category>penyebab banjir Bandung</category>
      <category>solusi banjir Jawa Barat</category>
      <description>Dedi Mulyadi usulkan perubahan tata ruang, normalisasi sungai, dan relokasi warga untuk atasi banjir di Kabupaten Bandung.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyoroti penanganan banjir di wilayah Kabupaten Bandung yang dinilai membutuhkan solusi menyeluruh, bukan sekadar langkah jangka pendek.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya ditangani melalui perbaikan teknis sesaat. Ia menilai perubahan mendasar pada tata ruang menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

“Pertama, tata ruang Kabupaten Bandung harus diubah, tidak ada pilihan,” ujarnya di Gedung Pakuan, Bandung, seperti dikutipd ari Kumparan, Rabu (15/4/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/ketua-perbasi-jabar-tolak-musda-ulang-siap-gugat-ke-arbitrase-olahraga">Baca Juga : Ketua PERBASI Jabar Tolak Musda Ulang, Siap Gugat ke Arbitrase Olahraga</a></b>

Selain penataan ruang, langkah lain yang dinilai mendesak adalah normalisasi sungai. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan kapasitas aliran air agar mampu menampung debit yang meningkat saat musim hujan.

Dedi juga menekankan pentingnya pemulihan kawasan hulu sungai yang selama ini mengalami degradasi. Menurutnya, fungsi hulu sebagai daerah resapan air harus dikembalikan melalui penghijauan.

“Hulu sungai harus direhabilitasi menjadi lahan hijau,” katanya.

Ia menyoroti maraknya alih fungsi lahan sebagai salah satu penyebab utama memburuknya kondisi lingkungan. Lahan pertanian yang berubah menjadi kawasan permukiman dinilai mempercepat terjadinya banjir.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/kai-daop-2-bandung-salurkan-tjsl-lebih-dari-rp11-miliar-di-2025">Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di 2025</a></b>

“Perubahan lahan jangan terus terjadi. Sawah terus dibangun menjadi bangunan,” tegasnya.

Tak hanya itu, keberadaan permukiman di bantaran sungai juga menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai mempersempit aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat debit meningkat.

“Rumah-rumah di bantaran sungai harus dialihkan,” ujarnya.

Menurut Dedi, seluruh langkah tersebut harus dijalankan secara terintegrasi agar memberikan dampak yang signifikan. Tanpa pendekatan menyeluruh, penanganan banjir hanya akan bersifat sementara.

“Kalau tidak dilakukan, tidak akan bersifat jangka panjang,” ucapnya.

Pemerintah berharap, strategi komprehensif ini tidak hanya mampu mengurangi frekuensi banjir, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bandung.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2025/11/banjir-dayeuhkolot-441f_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Tak Sekadar Mulus, Jalan di Bandung Kini Dibuat Lebih Estetis</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis</link>
      <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 15:29:42 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/15/tak-sekadar-mulus-jalan-di-bandung-kini-dibuat-lebih-estetis</guid>
      <category>perbaikan jalan Bandung</category>
      <category>DSDABM Kota Bandung</category>
      <category>kondisi jalan Bandung</category>
      <description>DSDABM percepat perbaikan jalan di Bandung. Drainase jadi faktor utama kerusakan, kualitas dan estetika kota terus ditingkatkan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Upaya memperbaiki kualitas infrastruktur terus dikebut oleh Pemerintah Kota Bandung. 

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berbagai langkah percepatan dilakukan untuk menghadirkan kondisi jalan yang lebih nyaman sekaligus memperindah wajah kota.

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati, menyebutkan bahwa penanganan jalan di Bandung tidak bisa dilepaskan dari pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota. Meski demikian, koordinasi tetap dijalankan secara fleksibel demi kepentingan masyarakat.

“Kalau memang kondisinya berdampak fatal, kami tetap bantu penanganannya. Karena bagi masyarakat, semua jalan di Bandung itu satu kesatuan layanan,” ujarnya dalam sebuah dialog, Selasa (14/4/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/kai-daop-2-bandung-salurkan-tjsl-lebih-dari-rp11-miliar-di-2025" style="color: rgb(0, 86, 179); text-decoration: underline;">Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di 2025</a></b>

Ia menegaskan, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, tanpa terhambat batas administratif. Arahan dari pimpinan daerah, menurutnya, mendorong seluruh jajaran untuk lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Dalam pelaksanaan proyek, DSDABM memastikan setiap pekerjaan diawasi secara ketat. Pengawasan melibatkan konsultan profesional hingga lembaga audit untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan.

“Setiap pekerjaan ada pengawasnya. Setelah selesai pun tetap diperiksa oleh inspektorat hingga BPK. Jadi tidak ada pekerjaan yang dibiarkan tanpa evaluasi,” jelasnya.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, sanksi akan diberlakukan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar standar kualitas tetap terjaga.

Dini juga menyoroti faktor utama yang sering menyebabkan kerusakan jalan, yakni sistem drainase yang belum optimal. Ia menjelaskan, genangan air dapat merusak struktur jalan meskipun usia aspal belum lama.

“Kalau jalan cepat rusak, biasanya bukan hanya karena usia, tapi juga karena drainase yang belum optimal. Air yang menggenang bisa merusak struktur jalan dari bawah,” ucapnya.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/14/dari-kremlin-ke-paris-presiden-prabowo-tancap-gas-diplomasi">Baca Juga : Dari Kremlin ke Paris, Presiden Prabowo Tancap Gas Diplomasi</a></b>

Karena itu, perbaikan tidak hanya difokuskan pada permukaan jalan, tetapi juga menyasar sistem drainase secara menyeluruh agar kerusakan tidak terus berulang.

Berdasarkan data terbaru, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, pemeliharaan rutin tetap menjadi perhatian agar kualitas tersebut dapat dipertahankan.

Selain peran pemerintah, masyarakat juga diajak untuk ikut menjaga fasilitas publik. Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan sekaligus dirawat bersama.

“Program beautifikasi ini dari kita untuk kita. Mari kita jaga bersama. Karena yang menikmati hasilnya adalah seluruh warga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum dari tindakan perusakan atau pencurian, termasuk lampu jalan dan elemen penunjang estetika kota.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/15/ketua-perbasi-jabar-tolak-musda-ulang-siap-gugat-ke-arbitrase-olahraga">Baca Juga : Ketua PERBASI Jabar Tolak Musda Ulang, Siap Gugat ke Arbitrase Olahraga</a></b>

Ke depan, DSDABM berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung keindahan kota.

“Perubahan memang tidak selalu instan, tapi langkah nyata terus kami lakukan. Harapannya, Bandung bisa semakin nyaman, indah, dan membanggakan,” tutupnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/perbaikan-jalan-29ca_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Jabar Gaspol Digitalisasi, Bantuan Perumahan Kini lewat Aplikasi 'Imah Aing'</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/14/jabar-gaspol-digitalisasi-bantuan-perumahan-kini-lewat-aplikasi-imah-aing</link>
      <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 06:32:04 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/14/jabar-gaspol-digitalisasi-bantuan-perumahan-kini-lewat-aplikasi-imah-aing</guid>
      <category>Pemprov Jabar</category>
      <description>Pemprov Jabar tengah mengembangkan aplikasi “Imah Aing” guna mempercepat penanganan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemprov Jabar tengah mengembangkan aplikasi “Imah Aing” guna mempercepat penanganan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Aplikasi ini dirancang untuk menghadirkan sistem pengajuan bantuan yang lebih cepat sekaligus transparan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk memangkas rantai birokrasi, khususnya dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Menurutnya, melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat langsung mengajukan bantuan perumahan dengan proses yang lebih sederhana sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan terarah.

Selain melalui digitalisasi, penyaluran bantuan perumahan di Jawa Barat juga didukung lewat jalur aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Tak hanya itu, tersedia pula skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah untuk membantu masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Dedi turut mengapresiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dinilai aktif menyosialisasikan program subsidi perumahan di daerah.

Dia menegaskan, keberhasilan penanganan rutilahu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga legislatif.

Di sisi lain, Pemprov Jabar juga mendorong pengembangan hunian vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan yang kian terasa.

Dedi bahkan meminta pemerintah daerah segera menyiapkan regulasi yang mengharuskan setiap pengelola kawasan industri menyediakan hunian berupa apartemen bagi para pekerja.

Menurutnya, ketergantungan pada permukiman horizontal tidak lagi relevan di tengah semakin terbatasnya lahan, sehingga kawasan industri perlu menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi karyawannya.

Dia menyebutkan, pembangunan hunian vertikal saat ini sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Depok, dan Bogor, dan ke depan akan diperluas ke kawasan Bandung.

Lebih jauh, kebijakan tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu mengurangi kemacetan serta menjaga stabilitas sosial di sekitar kawasan industri.

Dedi menambahkan, konsep hunian terintegrasi dalam satu kawasan dapat menciptakan efisiensi sekaligus menjaga tatanan budaya lokal tetap terpelihara. ***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/kdm-rumah-6e87_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Perketat Pengawasan, Stok Beras dan Minyak Aman</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/14/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-stok-beras-dan-minyak-aman</link>
      <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:57:24 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginanjar]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/14/pemkot-bandung-perketat-pengawasan-stok-beras-dan-minyak-aman</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>harga bahan pokok</category>
      <description>Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras dan minyak, dalam kondisi aman dan terkendali.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras dan minyak, dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat ditemui di Taman Saturnus, Senin (13/4/2026). 

Farhan mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sembako di Kota Bandung. Salah satu langkah utama adalah menjalin kerja sama dengan Bulog guna memastikan distribusi berjalan lancar.

“Untuk barang-barang kebutuhan pokok seperti beras dan minyak, kita sudah pasti koordinasi dengan Bulog,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung juga melakukan pendataan terhadap gudang-gudang resmi penyimpanan sembako. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.

Menurut Farhan, langkah ini penting untuk menjaga transparansi distribusi dan mencegah spekulasi harga di pasaran. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh stok yang ada benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah gudang penyimpanan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung bekerja sama dengan aparat kepolisian serta penegak hukum lainnya. Sinergi ini dilakukan agar pengawasan berjalan optimal dan memiliki kekuatan hukum yang jelas.

“Kita akan melakukan pengecekan terhadap setiap gudang, mana yang terjadi penimbunan, mana yang tidak, bersama dengan pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya,” kata Farhan.

Ia menyebut, pemerintah tidak akan mentolerir praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/harga-pangan1-15a1_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Ditarget Rampung Akhir April 2026</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/seleksi-pengelola-kebun-binatang-bandung-ditarget-rampung-akhir-april-2026</link>
      <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:34:02 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/seleksi-pengelola-kebun-binatang-bandung-ditarget-rampung-akhir-april-2026</guid>
      <category>Kebun Binatang Bandung</category>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>Bandung Zoo</category>
      <description>Pemkot Bandung seleksi 85 lembaga untuk kelola Kebun Binatang Bandung. Proses ditarget rampung akhir April 2026 dengan standar internasional.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Proses penataan ulang Kebun Binatang Bandung kini memasuki fase penentuan.

 Pemerintah Kota Kota Bandung tengah membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga konservasi untuk mengelola kawasan tersebut secara lebih profesional.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa sebanyak 85 lembaga konservasi telah diundang untuk mengikuti proses seleksi. 

Langkah ini dilakukan secara ketat dan transparan karena melibatkan pengawasan lintas pemerintahan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/banjir-dayeuhkolot-belum-surut-puluhan-ribu-warga-masih-terdampak">Baca Juga : Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Puluhan Ribu Warga Masih Terdampak</a></b>

“Prosesnya diawasi langsung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 13 April 2026.

<b>Target Rampung Akhir April</b>

Selain pengawasan pemerintah, Pemkot Bandung juga membuka ruang partisipasi publik dalam proses ini. 

Masukan dari masyarakat terus dihimpun sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengelolaan yang lebih baik dan akuntabel.

Farhan menilai tingginya minat, termasuk dari lembaga konservasi internasional, menjadi sinyal positif bagi masa depan kebun binatang tersebut.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/transaksi-spklu-naik-4-kali-lipat-pln-uid-jabar-perkuat-ekosistem-kendaraan-listrik">Baca Juga : Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Lipat, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik</a></b>

“Ini menjadi motivasi kami untuk membentuk pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional,” ujarnya.

Namun, tidak semua peserta akan lolos. Pemkot memastikan hanya lembaga dengan rekam jejak terbaik yang bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Yang penting dia harus memiliki reputasi yang sangat baik,” ungkapnya.

Proses seleksi ditargetkan mulai mengerucut pada akhir April 2026. Pemerintah menegaskan tidak ada pihak yang diistimewakan, seluruh peserta akan dinilai berdasarkan standar profesional yang telah ditetapkan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/serap-8592-tenaga-kerja-program-padat-karya-prioritaskan-warga-miskin">Baca Juga : Serap 8.592 Tenaga Kerja, Program Padat Karya Prioritaskan Warga Miskin</a></b>

<b>Investasi Besar</b>

Di balik proses seleksi ini, tersimpan potensi investasi yang cukup besar. Farhan memperkirakan nilai investasi dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung bisa menembus lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun awal.

“Artinya memang harus dikelola oleh lembaga yang punya kapasitas kuat,” tuturnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Bandung berharap kebun binatang tersebut tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat konservasi modern yang memenuhi standar internasional.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/01/bandung-zoo2-4e41_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Puluhan Ribu Warga Masih Terdampak</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/banjir-dayeuhkolot-belum-surut-puluhan-ribu-warga-masih-terdampak</link>
      <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:04:33 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/banjir-dayeuhkolot-belum-surut-puluhan-ribu-warga-masih-terdampak</guid>
      <category>banjir Baleendah Bojongsoang</category>
      <category>sungai citarum meluap</category>
      <category>BPBD Kabupaten Bandung</category>
      <category>banjir Dayeuhkolot terbaru</category>
      <category>banjir Kabupaten Bandung</category>
      <description>Banjir Dayeuhkolot akibat luapan Sungai Citarum berdampak pada 19 ribu warga. Pengungsi tersebar di beberapa titik, penanganan terus dilakukan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Genangan banjir masih terlihat di sejumlah titik di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya. 

Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu malam.

Meski kondisi air mulai berangsur surut, dampaknya masih dirasakan ribuan warga. Data terbaru mencatat sebanyak 6.877 kepala keluarga atau 19.408 jiwa terdampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah.

“Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa di beberapa wilayah,” kata Asep Suryadi di Bandung seperti dilansir Antara, Senin, 13 April 2026.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/banjir-rendam-bandung-selatan-ribuan-warga-terdampak-dan-akses-jalan-lumpuh">Baca Juga : Banjir Rendam Bandung Selatan, Ribuan Warga Terdampak dan Akses Jalan Lumpuh</a></b>

Wilayah yang mengalami dampak cukup parah meliputi beberapa desa dan kelurahan, di antaranya Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, serta Citeureup.

"Wilayah terdampak meliputi tiga desa dan satu kelurahan, diantaranya Dayeuhkolot dan Citeureup," jelasnya.

Sejumlah warga yang rumahnya terendam telah mengungsi ke beberapa titik aman. Lokasi pengungsian tersebar di belakang Kantor Desa Dayeuhkolot serta dua masjid di wilayah Citeureup.

"Pengungsi tersebar di empat titik, terpusat di shelter (pengungsian) PMI kantor desa dan dua masjid di Citeureup," kata Asep.

Pemerintah setempat memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Bantuan berupa makanan siap saji, layanan kesehatan, hingga perlengkapan darurat terus disalurkan selama masa tanggap bencana berlangsung.

<b>Upaya Penanganan dan Ancaman Cuaca Ekstrem</b>

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Langkah lain yang dilakukan adalah peninggian jembatan di titik rawan serta penerapan pendekatan kolaboratif (pentahelix) dengan melibatkan berbagai pihak dalam mitigasi bencana ke depan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/transaksi-spklu-naik-4-kali-lipat-pln-uid-jabar-perkuat-ekosistem-kendaraan-listrik">Baca Juga : Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Lipat, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik</a></b>

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bandung mencatat dampak cuaca ekstrem tidak hanya berupa banjir, tetapi juga angin kencang yang merusak sejumlah bangunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, mengungkapkan kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah.

“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang,” katanya.

Data BPBD menunjukkan sedikitnya sembilan kecamatan terdampak, antara lain Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, hingga Cimaung.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2023/05/baleendah-8dd9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Serap 8.592 Tenaga Kerja, Program Padat Karya Prioritaskan Warga Miskin</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/serap-8592-tenaga-kerja-program-padat-karya-prioritaskan-warga-miskin</link>
      <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:34:05 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/serap-8592-tenaga-kerja-program-padat-karya-prioritaskan-warga-miskin</guid>
      <category>Pemkot Bandung</category>
      <category>bekerja</category>
      <description>Pemerintah Kota Bandung menargetkan penyerapan 8.592 tenaga kerja melalui program padat karya tematik sepanjang tahun 2026.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Pemerintah Kota Bandung menargetkan penyerapan 8.592 tenaga kerja melalui program padat karya tematik sepanjang tahun 2026.

Program ini menyasar masyarakat penganggur, khususnya yang masuk kategori rentan secara ekonomi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menjelaskan, padat karya merupakan program penyediaan pekerjaan sementara untuk menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat.

“Program ini bertujuan mengurangi tekanan ekonomi pada kelompok rentan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya saat peluncuran program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi di Taman Saturnus, Senin 13 April 2026.

Dia menyebutkan, target 8.592 tenaga kerja terdiri dari 6.210 orang hasil usulan Musrenbang, 1.950 orang dari hasil reses, dan 432 orang dari program reguler.

Setiap paket padat karya melibatkan 50 peserta dan beberapa pendamping. Pada peluncuran tahap ini, sebanyak 15 paket dilaksanakan dengan total 794 peserta yang tersebar di 15 kelurahan dan 7 kecamatan.

Kegiatan padat karya berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 23 April 2026, dengan jam kerja pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Peserta mendapatkan upah harian sebesar Rp175.061, serta fasilitas makan, perlengkapan kerja, dan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh peserta didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga terlindungi jika terjadi risiko kerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, peserta program diprioritaskan dari kelompok desil 1 hingga 5 atau masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, peserta harus berusia maksimal 65 tahun dan mendaftar melalui kelurahan masing-masing.

“Program ini kita fokuskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan dan belum memiliki pekerjaan,” kata Farhan.

Dia berharap program ini mampu memberikan dampak langsung terhadap pengurangan pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/whatsapp-image-2026-04-13-at-132251-1dea_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Banjir Rendam Bandung Selatan, Ribuan Warga Terdampak dan Akses Jalan Lumpuh</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/banjir-rendam-bandung-selatan-ribuan-warga-terdampak-dan-akses-jalan-lumpuh</link>
      <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:55:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/banjir-rendam-bandung-selatan-ribuan-warga-terdampak-dan-akses-jalan-lumpuh</guid>
      <category>banjir Bandung Selatan</category>
      <category>banjir Dayeuhkolot hari ini</category>
      <category>banjir Baleendah Bojongsoang</category>
      <description>Banjir melanda Bandung Selatan, rendam ratusan rumah dan lumpuhkan jalan. Sebanyak 34 ribu warga terdampak di tujuh kecamatan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b style="font-size: 15px;">TERASBANDUNG.COM - </b><span style="font-size: 15px;">Banjir kembali melanda kawasan Bandung Selatan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Dampaknya, ratusan rumah terendam dan sejumlah jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan.

Wilayah yang paling terdampak berada di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Di Dayeuhkolot, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini memaksa sebagian warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

"Kami tidak bisa berbuat banyak selain mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan," ujar salah seorang petugas Polsek Dayeuhkolot, Bripda Zaini, Senin (13/4/2026).

</span><b style="font-size: 15px;">Kemacetan Tak Terhindarkan</b><span style="font-size: 15px;">

Genangan air juga menutup akses di Jalan Raya Dayeuhkolot dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas dan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang.

Pengendara akhirnya dialihkan ke jalur alternatif melalui Bojongsoang. Namun, kondisi di wilayah tersebut juga tidak sepenuhnya bebas dari genangan, terutama di kawasan Cikarees yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung.

Meski masih bisa dilalui, pengendara tetap harus berhati-hati karena air masih menggenang di beberapa titik.

</span><b style="font-size: 15px;">Ratusan Warga Mengungsi</b><span style="font-size: 15px;">

Banjir ini diketahui mulai terjadi sejak Jumat lalu setelah hujan deras turun selama tiga hari berturut-turut. Hingga kini, penanganan terus dilakukan oleh BPBD Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyebutkan ratusan warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

"Kami siaga dan terus berkoordinasi, terutama untuk menangani pengungsi," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Bandung, bencana ini tidak hanya berdampak di tiga kecamatan. Total ada tujuh kecamatan yang terdampak, termasuk Arjasari, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, dan Pacet.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengungkapkan jumlah pengungsi masih terus berubah.

"Jumlah pengungsi bersifat fluktuatif, namun mencapai ratusan jiwa dari tujuh kecamatan tersebut. Sebagian besar mengungsi di GOR desa atau kecamatan terdekat," jelas Wahyudin.

Ia menambahkan, khusus di tiga wilayah terdampak terparah yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah, total warga terdampak mencapai 34.497 jiwa.***</span>

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2026/04/banji-kabupaten-bandung-038e_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Farhan Geram, Parkir Liar Menjamur di Kota Bandung</title>
      <link>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/farhan-geram-parkir-liar-menjamur-di-kota-bandung</link>
      <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 14:17:31 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://www.terasbandung.com/2026/04/13/farhan-geram-parkir-liar-menjamur-di-kota-bandung</guid>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>parkir liar</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan soroti maraknya parkir liar dan perintahkan Satpol PP serta Dishub lakukan penertiban tegas tanpa kompromi.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Masalah parkir liar kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kota Bandung. 

Wali Kota Muhammad Farhan menilai kondisi kedisiplinan di ruang publik mengalami penurunan, terutama akibat maraknya kendaraan yang parkir sembarangan.

Sorotan tersebut disampaikan Farhan saat memimpin apel pagi di lingkungan Balai Kota Bandung pada Senin, 13 April 2026.

Dalam keterangannya, Farhan mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik selama akhir pekan. Dari hasil peninjauan itu, ia menemukan banyak pelanggaran yang tidak ditindak secara tegas.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/12/pln-sambungkan-daya-250-mva-untuk-pt-ikpp-karawang-terbesar-di-jawa-barat">Baca Juga : PLN Sambungkan Daya 250 MVA untuk PT IKPP Karawang, Terbesar di Jawa Barat</a></b>

“Kedisiplinan di Kota Bandung seperti tidak terjaga. Saya berkeliling selama akhir pekan, parkir liar ada di mana-mana,” kata Farhan.

<b>Penegakan Hukum Dinilai Lemah</b>

Menurut Farhan, kondisi tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan serta penegakan aturan di lapangan. Ia menilai, pembiaran terhadap pelanggaran justru membuat masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Orang berbuat sesuatu yang buruk di ruang publik dibiarkan tanpa ada tindakan hukum. Ini tidak bisa terus terjadi,” tegasnya.

Sebagai respons, Farhan langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bertindak cepat. Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Kota Bandung mengambil langkah konkret dalam menertibkan parkir liar di berbagai titik.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/04/13/banjir-rendam-bandung-selatan-ribuan-warga-terdampak-dan-akses-jalan-lumpuh">Baca Juga : Banjir Rendam Bandung Selatan, Ribuan Warga Terdampak dan Akses Jalan Lumpuh</a></b>

“Saya minta Satpol PP dan Dishub untuk segera mengambil langkah konkret dan pastikan langkah penertiban dilakukan tanpa kompromi,” tuturnya.

Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan ketertiban ruang publik serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://www.terasbandung.com/assets/uploads/2023/01/parkir-motor1-296b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
  </channel>
</rss>
