Foto: Soumith Soman/Pexels
TERASBANDUNG.COM - Kebiasaan begadang saat menonton pertandingan sepak bola, terutama ajang besar seperti Piala Dunia, kerap sulit dihindari. Namun, kondisi ini tetap perlu disiasati agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Raissa E Djuanda, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pola hidup meski harus terjaga hingga dini hari.
Menurut Raissa, kunci utama saat harus begadang adalah memastikan kebutuhan tidur harian tetap terpenuhi.
“Kalau memungkinkan, tidur lebih awal pada malam sebelumnya. Kemudian, tidur singkat 20-30 menit saat siang,” katanya.
Ia menekankan bahwa total waktu tidur ideal tetap berada di kisaran 6 hingga 8 jam per hari, meskipun dibagi dalam beberapa sesi.
Selain tidur, pola makan dan hidrasi juga menjadi faktor penting agar tubuh tidak mudah lelah saat begadang.
“Kemudian, hindari penggunaan gawai atau paparan cahaya terang saat menjelang waktu tidur,” tuturnya.
Menjaga asupan makanan bergizi seimbang serta cukup minum air putih dapat membantu tubuh tetap bugar selama aktivitas malam.
Raissa juga mengingatkan bahwa begadang tidak boleh dijadikan rutinitas karena berisiko mengganggu kesehatan.
“Sebaiknya bergadang tidak menjadi kebiasaan. Sebab, meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, dan menurunkan daya tahan tubuh,” ujarnya.
Selain itu, konsumsi kafein juga perlu dibatasi agar tidak memperburuk kualitas tidur.
“Hindari mengonsumsi kafein yang berlebihan sekaligus, dan batasi beberapa jam sebelum tidur,” ucapnya.
Dengan pengaturan yang tepat, aktivitas begadang sesekali masih bisa dilakukan tanpa mengorbankan kesehatan, selama kebutuhan tubuh tetap terpenuhi dengan baik.***