TERASBANDUNG.COM - Kasus kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung menjadi sorotan serius pemerintah daerah.

Peristiwa ini tidak hanya memicu keprihatinan, tetapi juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan kesehatan satwa.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kedua anak harimau tersebut terpapar virus distemper—penyakit yang dikenal sangat mematikan, terutama bagi hewan muda.

Baca Juga : Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Virus ini kerap menyerang kelompok kucing besar maupun kecil dengan tingkat fatalitas tinggi. Risiko semakin besar pada usia di bawah satu tahun karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal.

“Virus ini sangat berbahaya bagi bayi kucing. Penanganannya sulit karena obatnya belum tentu efektif, sehingga sangat bergantung pada imunitas,” ujarnya dalam siaran pers Humas Kota Bandung, Jumat, 27 Maret 2026.

Kejadian ini langsung menjadi titik balik bagi Pemerintah Kota untuk memperkuat sistem biosekuriti di kebun binatang. Upaya pencegahan kini ditempatkan sebagai prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, pemerintah juga tengah menunggu laporan resmi terkait kondisi terkini lembaga konservasi tersebut. Dokumen ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis berikutnya, termasuk pemilihan mitra pengelola baru.

Baca Juga : 165 Relawan dari Komunitas Railfans dan Pramuka Pilih Layani Pelanggan di wilayah KAI Daop 2 Bandung

Farhan menegaskan bahwa kerja sama pengelolaan ke depan akan berlangsung dalam jangka panjang, sehingga proses seleksi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Kerja sama ini akan berlaku hingga 20 tahun ke depan, sehingga proses seleksinya harus dilakukan secara ketat dan profesional,” ungkap Farhan.

Ia memastikan bahwa seluruh tahapan tetap berjalan sesuai rencana, bahkan insiden ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan standar pengelolaan satwa, khususnya dalam aspek kesehatan dan keamanan.

Tak lupa, Farhan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam penanganan kasus ini, mulai dari BKSDA Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, rumah sakit hewan, hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung.

Baca Juga : Berburu Oleh-oleh Lebaran di Bandung, dari Kuliner hingga Kerajinan

Sementara itu, terkait calon mitra pengelola, hingga kini belum ada nama yang diumumkan.

Pemerintah memastikan proses seleksi akan berlangsung terbuka dan transparan demi mendapatkan pengelola terbaik untuk menjaga keberlangsungan konservasi satwa di Bandung.***