TERASBANDUNG.COM - Lonjakan aktivitas ziarah saat libur Lebaran mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk memperketat pengawasan di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Penataan dilakukan guna memastikan kenyamanan masyarakat, sekaligus menekan praktik pungutan liar yang masih kerap terjadi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui bahwa persoalan pungli di area pemakaman belum bisa diselesaikan secara instan. Namun, berbagai langkah terus dijalankan untuk meminimalkan praktik tersebut.

“TPU ini memang sedang kita lakukan penertiban. Tapi harus diakui, sangat sulit bagi kami untuk langsung menghilangkan pungli. Karena itu, kami terus berupaya membatasi dan menekan praktik tersebut,” ujar Farhan dikutip dalam siaran pers Humas Kota Bandung, Jumat, 27 Maret 2026.

Baca Juga : Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Ia menekankan pentingnya peran aparat kewilayahan dalam menjaga situasi tetap kondusif, terutama saat jumlah peziarah meningkat signifikan. Pengawasan di lapangan diperkuat agar masyarakat dapat berziarah dengan lebih tenang.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Nagrog. Lokasi ini kerap mengalami kepadatan tinggi selama musim ziarah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dukungan masyarakat setempat dinilai sangat membantu.

“Untuk Nagrog, saya ucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang sudah membantu menyediakan lahan parkir. Ini sangat membantu kelancaran dan kenyamanan para peziarah,” ungkapnya.

Selain penambahan area parkir sementara, pemerintah juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah di sekitar lokasi guna mengurangi potensi kemacetan.

Baca Juga : 165 Relawan dari Komunitas Railfans dan Pramuka Pilih Layani Pelanggan di wilayah KAI Daop 2 Bandung

Upaya penertiban ini tidak hanya fokus pada aspek lalu lintas, tetapi juga menyasar praktik pungli melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu menciptakan lingkungan ziarah yang lebih tertib dan aman.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita ingin memastikan masyarakat bisa berziarah dengan tenang, tanpa gangguan, dan tetap merasa aman selama masa libur Lebaran,” tutur Farhan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung berupaya menjaga kenyamanan tradisi ziarah tetap berlangsung khidmat tanpa gangguan yang merugikan masyarakat.***