Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung belum mengambil keputusan terkait penerapan skema kerja fleksibel maupun pembelajaran jarak jauh.
Sejumlah opsi seperti Work From Home (WFH) hingga Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih dalam tahap pembahasan sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa hingga saat ini kondisi pasokan energi di Kota Bandung, terutama bahan bakar minyak (BBM), masih dalam keadaan aman. Distribusi BBM juga disebut tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Baca Juga : KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201 Persen
Ia menegaskan bahwa belum ada indikasi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Kepastian tersebut diperoleh dari pemerintah pusat melalui Pertamina yang menjamin ketersediaan pasokan.
“Pertamina menjamin bahwa kita masih akan ada pasokan BBM. Dan tidak ada tanda-tanda kenaikan harga BBM subsidi,” ujarnya di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu, 25 Maret 2026 seperti dilansir melalui siaran pers Humas Kota Bandung.
Meski pasokan energi relatif stabil, Farhan menilai isu krisis energi tetap perlu diwaspadai.
Namun, ia menekankan bahwa kebijakan strategis terkait hal tersebut berada di ranah pemerintah pusat, sehingga daerah masih menunggu instruksi lebih lanjut sebelum mengambil langkah.
Di sisi lain, rencana penerapan WFH maupun PJJ belum bisa diputuskan secara mandiri oleh Pemkot Bandung. Hal ini karena kebijakan tersebut harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan teknis yang dikeluarkan pemerintah pusat.
“Untuk WFH sama PJJ, kami masih menunggu juklak juknisnya. Karena tidak boleh sembarangan,” katanya.
Baca Juga : 6 Tempat Wisata Bandung Terpopuler Saat Libur Lebaran
Farhan juga mengungkapkan adanya perbedaan pandangan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penerapan pola kerja fleksibel.
Pemerintah provinsi mengusulkan skema Work From Anywhere (WFA) diberlakukan setiap hari Kamis, sementara pemerintah pusat mengarahkannya pada hari Jumat.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang kini tengah dikaji oleh Pemkot Bandung. Selain itu, kemungkinan penerapan PJJ di sekolah juga ikut dibahas sebagai bagian dari langkah antisipasi.
“Kita lagi lihat situasinya dulu, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah juga perlu melakukan PJJ,” ucapnya.***