Suasana kemacetan di Tol Cipali menuju Jakarta, Senin 9 Mei 2022. (Daddy Mulyanto/RAGAMNUSANTARA.COM)
TERASBANDUNG.COM - Pemerintah mendorong penerapan sistem kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan konsumsi bahan bakar akibat kemacetan.
Melalui Kementerian Perhubungan, pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di sektor pemerintahan dan BUMN, untuk memanfaatkan kebijakan tersebut secara optimal.
Baca Juga : Puncak Arus Balik Nagreg Diprediksi Terjadi Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa One Way
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyebutkan bahwa puncak arus balik diprediksi terjadi pada Selasa (24/3/2026). Oleh karena itu, distribusi waktu perjalanan perlu diatur agar tidak menumpuk dalam satu hari.
"Jasa Marga memprediksi pada tanggal 24 Maret 2025 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25, 26 atau 27 Maret," ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan WFA dapat membantu memecah kepadatan arus kendaraan sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan efisien.
Pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk turut mengadopsi kebijakan serupa, meskipun implementasinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Dengan langkah ini, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih terkendali, aman, serta mengurangi potensi kemacetan parah di sejumlah jalur utama.***