Viral Perusakan Kebun Teh Pangalengan, 5.000 Pohon Rusak hingga Polisi Tangani Laporan Silang

Viral Perusakan Kebun Teh Pangalengan, 5.000 Pohon Rusak hingga Polisi Tangani Laporan Silang

TERASBANDUNG.COM - Aksi perusakan perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah tanaman teh rusak hingga tercabut dari akarnya viral di media sosial dan memicu perhatian berbagai pihak.

Persoalan tersebut tidak hanya menjadi perbincangan masyarakat, tetapi juga mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bahkan, Dedi turut mengunggah video tanggapan terkait kerusakan perkebunan teh yang berada di kawasan Bandung Selatan tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah tanaman teh telah ditebang dan tergeletak di atas lahan. Beberapa petani tampak kecewa melihat kondisi tanaman yang rusak. Situasi di lokasi juga sempat diwarnai ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik lahan.

Ribuan Pohon Teh Diduga Dirusak

Peristiwa perusakan tersebut dilaporkan berdampak pada ribuan tanaman teh produktif milik PTPN I Regional 2 di kawasan Kertamanah, Pangalengan.

Kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 5.000 pohon teh di atas lahan seluas 0,4 hektare. Tanaman yang rusak merupakan bagian dari perkebunan yang memiliki fungsi ekonomi sekaligus ekologis bagi kawasan Bandung Selatan.

Konflik ini diduga berkaitan dengan persoalan aktivitas pengelolaan dan pemanfaatan lahan perkebunan. Ketegangan antara petani dan pihak perusahaan pun berkembang hingga memunculkan dugaan perusakan serta tindakan kekerasan.

Dedi Mulyadi Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut. Ia mengingatkan bahwa kerusakan kebun teh bukan sekadar persoalan tanaman yang hilang, melainkan juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Menurut Dedi, perkebunan teh memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tanah, khususnya di kawasan perbukitan dan pegunungan Bandung Selatan.

Tanaman teh yang memiliki sistem perakaran kuat dapat membantu menjaga kestabilan tanah dan mengurangi risiko erosi. Karena itu, alih fungsi perkebunan menjadi tanaman sayuran komersial secara tidak terkendali dikhawatirkan meningkatkan ancaman bencana, termasuk tanah longsor.

Ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat lebih luas, bukan hanya dari sisi konflik antara pihak-pihak yang bersengketa, tetapi juga dari kepentingan menjaga kelestarian lingkungan.

Polisi Tangani Laporan dari Kedua Belah Pihak

Sementara itu, Polresta Bandung tengah menangani persoalan sengketa lahan dan dugaan perusakan perkebunan teh di Pangalengan.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto mengatakan, persoalan bermula dari adanya aktivitas eksplorasi di lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Perkembangan situasi kemudian memunculkan laporan dugaan pengancaman dan perusakan lahan.

Kepolisian telah menerima laporan dari kedua belah pihak yang terlibat. Polsek Pangalengan menangani laporan terkait dugaan pengancaman, sedangkan pihak perusahaan melaporkan dugaan perusakan lahan perkebunan.

Polisi juga telah melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya konflik lanjutan di lokasi.

Tri menjelaskan, seluruh laporan yang masuk masih dalam proses penanganan. Pihaknya meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Polisi Dorong Penyelesaian Konflik Melalui Komunikasi

Kapolresta Bandung berharap persoalan antara petani dan pihak perusahaan dapat segera menemukan jalan keluar.

Menurutnya, komunikasi yang kurang baik serta kemungkinan adanya kesalahpahaman atau misinformasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam konflik tersebut.

Kepolisian berupaya memfasilitasi komunikasi antara pihak-pihak terkait agar penyelesaian dapat dilakukan melalui musyawarah tanpa mengesampingkan proses hukum yang sedang berjalan.

Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, situasi di lokasi dilaporkan berangsur kondusif. Meski demikian, polisi masih mendalami laporan yang diterima untuk memastikan penanganan perkara berjalan secara profesional.

Kasus perusakan kebun teh Pangalengan ini menjadi perhatian penting karena menyangkut kepastian pengelolaan lahan, keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat, serta kelestarian lingkungan di kawasan Bandung Selatan.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Memuat Terkini...