TERASBANDUNG.COM - Pengendara sepeda motor perlu mewaspadai masalah mesin mati mendadak saat berkendara di tengah hujan. Salah satu penyebab yang kerap luput dari perhatian adalah kondisi tutup busi atau cop busi yang sudah getas, retak, atau tidak terpasang rapat.
Komponen kecil ini memiliki peran penting dalam sistem pengapian sepeda motor. Ketika kondisinya sudah menurun, air hujan dapat masuk melalui celah-celah yang terbentuk dan mengganggu aliran listrik menuju busi.
Akibatnya, percikan api yang dibutuhkan untuk proses pembakaran di ruang mesin menjadi tidak optimal. Motor pun bisa mengalami gejala brebet, kehilangan tenaga, sulit dinyalakan, hingga mati mendadak di tengah perjalanan.
Kenapa Tutup Busi Rusak Bisa Membuat Motor Mogok Saat Hujan?
Tutup busi berfungsi menghubungkan kabel pengapian dengan busi sekaligus membantu melindungi bagian sambungan dari kelembapan dan kotoran.
Seiring bertambahnya usia pemakaian, material karet pada tutup busi dapat mengeras, getas, atau mengalami keretakan. Paparan panas mesin secara terus-menerus menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penurunan kondisi komponen tersebut.
Saat motor digunakan dalam kondisi hujan deras, air bisa merembes melalui celah pada tutup busi yang rusak. Kelembapan di area pengapian dapat mengganggu penyaluran tegangan listrik sehingga percikan api busi melemah atau tidak terbentuk dengan baik.
Kondisi ini membuat proses pembakaran bahan bakar terganggu dan mesin berpotensi mati mendadak.
Kenali Ciri-Ciri Tutup Busi Motor Mulai Rusak
Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan pengendara, terutama ketika motor sering bermasalah setelah terkena hujan.
1. Mesin brebet saat melewati hujan
Motor terasa tersendat atau kehilangan tenaga ketika melaju di jalan basah. Gejala ini dapat muncul ketika sistem pengapian terganggu akibat kelembapan.
2. Mesin mendadak mati saat terkena cipratan air
Motor yang sebelumnya berjalan normal tiba-tiba mati ketika melewati genangan atau terkena air hujan. Tutup busi yang retak atau tidak rapat bisa menjadi salah satu penyebabnya.
3. Motor sulit dinyalakan kembali
Setelah mesin mati, motor mungkin sulit dihidupkan karena sistem pengapian belum bekerja secara normal. Namun, gejala ini juga dapat disebabkan oleh masalah lain pada kelistrikan atau komponen mesin.
4. Tutup busi terlihat keras atau retak
Pemeriksaan fisik dapat membantu menemukan kerusakan. Jika karet pelindung sudah getas, pecah, terkelupas, atau tidak mampu mencengkeram sambungan dengan baik, komponen tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Jangan Hanya Memeriksa Tutup Busi
Meski tutup busi yang rusak menjadi salah satu penyebab motor mogok saat hujan, bukan berarti semua kasus disebabkan oleh komponen tersebut.
Gangguan serupa juga bisa terjadi akibat busi yang sudah aus atau basah, kabel dan koil pengapian bermasalah, soket kelistrikan yang kemasukan air, maupun air yang masuk ke saluran udara atau bagian mesin tertentu ketika melewati genangan tinggi.
Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh apabila motor berulang kali mati saat hujan. Mengganti tutup busi tanpa memeriksa penyebab lainnya belum tentu menyelesaikan masalah.
Cara Mencegah Motor Mati Saat Musim Hujan
Untuk mengurangi risiko motor mogok saat berkendara, pengendara dapat melakukan sejumlah langkah berikut:
Jika mesin mendadak mati, pengendara sebaiknya menepi ke tempat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Hindari berhenti di tengah jalan atau berteduh di lokasi yang berbahaya.
Setelah berada di tempat aman, periksa kondisi motor secara hati-hati. Jangan menyentuh atau membongkar bagian pengapian ketika tangan dan komponen masih basah. Jika diperlukan, matikan kontak dan tunggu hingga area yang terkena air dapat diperiksa dengan aman.
Apabila motor tetap sulit dinyalakan, mengalami gangguan kelistrikan, atau diduga kemasukan air dalam jumlah banyak, jangan memaksakan mesin untuk terus dihidupkan. Bawa motor ke bengkel agar diperiksa oleh mekanik.
Kesimpulannya, tutup busi yang getas, retak, atau bocor memang dapat menjadi penyebab motor mati mendadak saat hujan. Karena itu, kondisi komponen ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama pada motor yang sering mengalami gejala brebet atau mogok setiap kali melintasi jalan basah.
Pemeriksaan sederhana dan penggantian komponen yang sudah rusak dapat membantu menjaga sistem pengapian tetap optimal serta mengurangi risiko mogok di tengah perjalanan.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara