CCTV Penyerangan Mobil Polisi di Bandung Viral, Tiga Anggota Terluka Usai Aksi Unjuk Rasa

CCTV Penyerangan Mobil Polisi di Bandung Viral, Tiga Anggota Terluka Usai Aksi Unjuk Rasa Tangkapan Layar Media Sosial

TERASBANDUNG.COM - Rekaman CCTV dan video penyerangan terhadap kendaraan pengamanan Polrestabes Bandung beredar di media sosial setelah insiden yang terjadi pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok orang menyerang kendaraan polisi di kawasan Simpang Dago–Sulanjana, Kota Bandung. Tiga anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB ketika petugas selesai mengamankan kegiatan unjuk rasa dan hendak kembali untuk menjalankan tugas berikutnya.

Kendaraan polisi yang melintas tiba-tiba menjadi sasaran serangan sekelompok orang. Para penyerang diduga melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.

Rekaman yang beredar memperlihatkan situasi mencekam saat kendaraan polisi diserang. Api dan asap juga terlihat di sekitar kendaraan, sehingga sejumlah anggota kepolisian berupaya menyelamatkan diri.

Baca Juga : Peringati 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ratusan Massa Demo di Bandung, 3.248 Personel Gabungan Dikerahkan

Tiga Anggota Polisi Mengalami Lua-luka

Akibat insiden tersebut, tiga anggota polisi dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mencari orang-orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.

Polisi juga menelusuri rekaman CCTV untuk membantu mengungkap identitas terduga pelaku. Meski kejadian berlangsung pada hari yang sama dengan aksi unjuk rasa di Bandung, keterkaitan antara para penyerang dan peserta demonstrasi sebelumnya belum dapat dipastikan.

Situasi Berangsur Kondusif, Polisi Lkukan Penyelidikan

Setelah kejadian, situasi di sekitar lokasi dilaporkan berangsur kondusif. Kepolisian juga melakukan patroli di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan keamanan susulan.

Insiden ini menjadi perhatian karena penyerangan tidak hanya membahayakan petugas, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Rekaman CCTV atau video yang beredar sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk menuduh individu tertentu sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan kronologi secara menyeluruh, mengidentifikasi para terduga pelaku, serta mengungkap apakah insiden tersebut berkaitan dengan rangkaian unjuk rasa yang berlangsung di Kota Bandung pada 20 Oktober 2026.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Memuat Terkini...