Bagaimana Cara Penularan Influenza A dan Cara Mencegahnya? Ini yang Perlu Diketahui

Bagaimana Cara Penularan Influenza A dan Cara Mencegahnya? Ini yang Perlu Diketahui

TERASBANDUNG.COM - Influenza A menjadi salah satu penyakit pernapasan yang kembali mendapat perhatian masyarakat. Penyakit ini dapat menular dengan relatif mudah, terutama ketika seseorang berada dekat dengan penderita yang sedang batuk, bersin atau berbicara.

Data pemantauan Kementerian Kesehatan RI hingga September 2026 menunjukkan proporsi influenza yang terdeteksi dalam surveilans meningkat menjadi 46 persen pada minggu ke-36, dari 35 persen pada minggu sebelumnya. Meski demikian, Kemenkes menyatakan tingkat aktivitas influenza secara nasional masih berada pada kategori rendah dan situasi secara umum terkendali.

Karena itu, masyarakat tetap perlu mengetahui bagaimana influenza A menular dan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya.

Baca Juga : Influenza A Sedang Jadi Perhatian, Kenali Ciri-Cirinya dan Kapan Harus ke Dokter

Bagaimana Influenza A Menular?

1. Melalui Percikan Saat Batuk dan Bersin

Salah satu jalur utama penularan influenza adalah melalui percikan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Percikan yang mengandung virus dapat mencapai mulut atau hidung orang yang berada di dekat penderita. WHO menyebut influenza dapat menyebar dengan cepat, terutama di tempat yang ramai seperti sekolah dan fasilitas perawatan.

Karena itu, berada dalam jarak dekat dengan seseorang yang sedang mengalami influenza dapat meningkatkan risiko tertular.

2. Saat Orang yang Terinfeksi Berbicara

Penularan tidak hanya terjadi ketika seseorang batuk atau bersin.

CDC menyebut para ahli meyakini virus influenza terutama menyebar melalui droplet yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.

Inilah salah satu alasan mengapa influenza dapat menyebar dengan cepat di lingkungan dengan banyak orang.

3. Melalui Tangan atau Permukaan yang Terkontaminasi

Influenza juga dapat menular ketika seseorang menyentuh permukaan atau benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata.

CDC menyebut jalur penularan melalui permukaan atau benda kemungkinan lebih jarang dibandingkan penularan melalui droplet, tetapi tetap dapat terjadi.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa influenza dapat menyebar melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi virus.

4. Dapat Menular Sebelum Gejala Terlihat

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah orang yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus sebelum dirinya menyadari sedang sakit.

CDC menyebut seseorang dapat menularkan influenza sejak sekitar satu hari sebelum gejala muncul. Orang dewasa yang sehat juga dapat tetap menularkan virus selama sekitar lima sampai tujuh hari setelah mulai sakit.

Penularan biasanya paling tinggi pada tiga hari pertama setelah seseorang mulai mengalami sakit.

Kondisi ini membuat pencegahan tetap penting meskipun seseorang yang berada di sekitar kita belum menunjukkan gejala.

Siapa yang Rentan Tertular atau Mengalami Komplikasi?

Pada dasarnya, siapa pun dapat terkena influenza, termasuk orang yang sebelumnya sehat.

Namun, WHO menyebut beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat atau komplikasi, seperti:

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
  • Lansia.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan penyakit kronis tertentu.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Tenaga kesehatan yang memiliki paparan tinggi terhadap pasien.

Karena itu, perlindungan terhadap kelompok tersebut perlu mendapat perhatian lebih.

Bagaimana Cara Mencegah Penularan Influenza A?

1. Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan cuci tangan dengan sabun atau penggunaan hand sanitizer sebagai bagian dari pencegahan influenza.

Kebiasaan ini terutama penting setelah berada di tempat umum, sebelum makan, setelah batuk atau bersin, serta setelah menyentuh benda yang sering digunakan bersama.

2. Terapkan Etika Batuk dan Bersin

Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku.

WHO merekomendasikan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin serta membuang tisu dengan benar.

Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi percikan yang dapat menyebarkan virus kepada orang lain.

3. Gunakan Masker Saat Sedang Sakit

Orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan sebaiknya menggunakan masker, terutama ketika harus berada di sekitar orang lain.

Kementerian Kesehatan secara khusus merekomendasikan penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang sakit sebagai salah satu upaya mencegah penularan influenza.

Jika memungkinkan, penderita juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah sampai kondisinya membaik.

4. Hindari Kontak Dekat dengan Orang yang Sedang Sakit

WHO menganjurkan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami influenza.

Jika ada anggota keluarga yang sakit, usahakan menjaga jarak ketika memungkinkan dan memperhatikan kebersihan tangan serta ventilasi ruangan.

5. Tetap di Rumah Saat Sedang Mengalami Gejala

Orang yang sedang sakit sebaiknya tidak memaksakan diri beraktivitas di tempat ramai.

Selain membantu proses pemulihan, beristirahat di rumah juga dapat mengurangi kemungkinan menularkan virus kepada teman, rekan kerja, maupun anggota keluarga.

WHO dan Kemenkes sama-sama menganjurkan orang yang mengalami influenza untuk tetap berada di rumah guna mengurangi penularan.

6. Hindari Menyentuh Mata, Hidung dan Mulut

Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan yang mungkin terkontaminasi.

WHO menyarankan menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko penularan influenza.

Kebiasaan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup penting karena tangan sering menjadi perantara perpindahan virus dari permukaan menuju wajah.

7. Jaga Sirkulasi Udara

Karena influenza merupakan penyakit pernapasan yang dapat menyebar antarmanusia, lingkungan dengan banyak orang perlu mendapatkan perhatian.

Membuka jendela dan memastikan pertukaran udara berjalan baik dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan virus pernapasan, terutama di ruangan yang ramai dan tertutup.

8. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza

Vaksinasi merupakan salah satu cara penting untuk mencegah influenza.

WHO menyebut vaksinasi sebagai cara terbaik untuk mencegah influenza. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus yang beredar dan vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit berat serta komplikasi.

Kemenkes juga merekomendasikan vaksin influenza tahunan bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan dan orang dengan penyakit kronis tertentu.

Berapa Lama Virus Influenza Bisa Menular?

Masa inkubasi influenza umumnya sekitar dua hari, tetapi dapat berkisar antara satu hingga empat hari sejak seseorang terinfeksi hingga gejala muncul.

Seseorang bahkan dapat menularkan virus sebelum mengetahui dirinya sakit.

CDC menyebut orang dewasa yang sehat dapat menularkan virus mulai sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga lima sampai tujuh hari setelah sakit. Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menularkan virus lebih lama.

Apakah Influenza A Bisa Dicegah 100 Persen?

Tidak ada langkah yang dapat menjamin seseorang tidak akan tertular influenza.

Namun, kombinasi beberapa kebiasaan seperti vaksinasi, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dekat dengan penderita serta tetap di rumah ketika mengalami gejala dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Dengan kata lain, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang yang sehat. Orang yang sedang sakit juga berperan penting dalam memutus rantai penularan.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar orang yang mengalami influenza dapat pulih tanpa perawatan khusus. Namun, WHO menyarankan orang dengan gejala berat atau memiliki faktor risiko tertentu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kelompok seperti lansia, anak kecil, ibu hamil dan orang dengan penyakit kronis perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Jika kondisi memburuk, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Situasu Influenza di Indonesia

Masyarakat tidak perlu panik dengan informasi mengenai peningkatan influenza.

Laporan terbaru yang dikutip dari pemantauan Kemenkes menunjukkan proporsi influenza terdeteksi memang meningkat menjadi 46 persen pada minggu ke-36. Namun, tingkat aktivitas influenza secara nasional masih dikategorikan rendah dan situasi secara umum masih terkendali.

Artinya, kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi informasi mengenai influenza sebaiknya tidak disikapi dengan kepanikan.

Kesimpulan

Influenza A dapat menular terutama melalui percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, meskipun jalur ini diperkirakan lebih jarang dibandingkan penularan melalui droplet.

Untuk mencegahnya, masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, tidak memaksakan diri beraktivitas ketika sedang sakit serta mempertimbangkan vaksinasi influenza.

Yang tak kalah penting, jangan langsung menganggap setiap batuk dan demam sebagai influenza A. Jika gejala berat atau terjadi pada kelompok berisiko, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara

Memuat Terkini...