Tak Sekadar Kebun Binatang, Bandung Zoo Akan Disulap Jadi Pusat Edukasi dan Konservasi

Tak Sekadar Kebun Binatang, Bandung Zoo Akan Disulap Jadi Pusat Edukasi dan Konservasi Bandung Zoo. (Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Harapan untuk melihat kembali aktivitas di Bandung Zoo semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Kota Bandung kini mempercepat berbagai tahapan revitalisasi setelah proses penentuan pengelola baru memasuki fase akhir.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, saat ini pembahasan masih difokuskan pada penyempurnaan konsep pengelolaan serta negosiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak yang akan mengelola kebun binatang tersebut.

Menurutnya, proses tersebut diharapkan segera mencapai kesepakatan sehingga tahapan revitalisasi dapat langsung berjalan, termasuk realisasi pembayaran awal dari pihak pengelola.

“Hari ini kita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS. Mudah-mudahan segera terlaksana dan menerima pembayaran pertama,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga : Pemkot Bandung Siapkan Ruang Publik Inklusif untuk Dukung Gaya Hidup Sehat dan Kesehatan Mental Warga

Farhan menjelaskan bahwa pembahasan kerja sama tidak hanya menyangkut nilai investasi, tetapi juga mencakup pembagian hasil, masa tenggang operasional, hingga tahapan perizinan yang wajib dipenuhi sebelum kebun binatang kembali dibuka untuk umum.

Sejumlah dokumen strategis masih harus diselesaikan, di antaranya izin konservasi baru, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Karena itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar proses administrasi berjalan lebih cepat.

“Senin (15/6) saya harus menghadap Menteri Kehutanan untuk nota kesepakatan bersama. Karena ini menyangkut perizinan yang cukup panjang,” katanya.

Di tengah proses revitalisasi tersebut, Farhan menegaskan bahwa Bandung Zoo tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai lembaga konservasi sekaligus sarana edukasi masyarakat.

Ia berharap pengelola baru mampu menghadirkan konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun.

Menurutnya, kebun binatang harus menjadi ruang pembelajaran yang menarik bagi anak-anak sekaligus memperkuat fungsi pelestarian satwa.

Baca Juga : Job Fair Bandung 2026 Buka 2.361 Lowongan Kerja dari Lebih 20 Perusahaan

Selain itu, Farhan menitipkan tiga pesan penting kepada pengelola baru. Pertama, mempertahankan tenaga kerja lama agar keberlangsungan operasional dan pengalaman kerja yang sudah dimiliki tetap terjaga. Kedua, menjaga karakter khas Bandung Zoo yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan "Derenten".

“Bandung Zoo itu punya nilai sejarah dan budaya. Itu harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Pesan ketiga berkaitan dengan penguatan fungsi konservasi melalui program pelepasliaran satwa. Menurut Farhan, sejumlah satwa endemik seperti owa dan surili memiliki peluang untuk kembali ke habitat aslinya di kawasan Bandung Selatan, termasuk wilayah Pangalengan dan Gambung.

Di sisi lain, persoalan harga tiket juga menjadi perhatian pemerintah. Meski keputusan final belum ditetapkan, Pemkot Bandung memastikan aspek keterjangkauan tetap menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan skema bisnis pengelola baru.

“Kalau harganya tidak wajar, tentu akan kita perjuangkan. Banyak warga juga ingin tiket tetap terjangkau,” katanya.

Farhan menjelaskan, pola pengelolaan Bandung Zoo berbeda dengan sejumlah kebun binatang milik pemerintah daerah lainnya seperti Ragunan. Di Kota Bandung, pengelolaan dilakukan melalui mekanisme kerja sama pemanfaatan karena tidak berada di bawah pengelolaan dinas khusus.

Meski masih menghadapi sejumlah tahapan administratif dan teknis, pemerintah optimistis Bandung Zoo dapat kembali menerima pengunjung dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Targetnya kurang dari satu tahun. Tapi memang ada dua izin yang cukup lama, yaitu izin konservasi dan Amdal,” ujarnya.

Selain proses perizinan, penyelesaian pengalihan aset yang sebelumnya berada di bawah kewenangan Kejaksaan Tinggi juga menjadi bagian dari tahapan yang harus dituntaskan sebelum revitalisasi berjalan sepenuhnya.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Bandung Zoo diharapkan tidak hanya kembali beroperasi, tetapi juga hadir sebagai destinasi konservasi dan edukasi modern yang tetap mempertahankan nilai sejarah serta kedekatannya dengan masyarakat Kota Bandung.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini