Penumpang Jakartamrt bisa buka puasa diperjalanan/ jakartamr.
RAGAM NUSANTARA - Berdasarkan data jumlah penumpang Transjakarta dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tren jumlah penumpang meningkat setiap tahunnya.
Total jumlah penumpang Transjakarta 265,16 juta penumpang di tahun 2019 dan di awal tahun 2020 (Januari-Februari) juga masih mengalami kenaikan jumlah penumpang dengan rata-rata kenaikan sekitar 45 persen.
Sementara pengguna Trans Jakarta juga mengalami kenaikan ditahaun-tahun sebelum merebaknya pandemi Covid-19.
Seperti sepanjang November 2021 lalu, tercatat 907.146 orang menggunakan layanan MRT Jakarta. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa rata-rata per hari sekitar 30.238 orang menggunakan MRT Jakarta.
Dua jenis moda angkutan darat ini ternuyata menjadi salah satu transportasi favorit warga Jakarta termasuk saat bulan Ramadan ketika umat muslim melaksanakan puasa.
Maka PT Transportasi Jakarta menerapkan aturan buka puasa ketika berada dalam bus maupun halte.
Aturan tersebut mnyebutkan bahwa penumpang tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Kemudian makan dan minum diperbolehkan pada saat membatalkan puasa dengan maksimal waktu 10 menit sejak azan maghrib.
Di samping itu, penumpang bisa berbuka menggunakan air minum, kurma atau makanan ringan.
Lalu, penumpang tidak diperkenankan mengkonsumsi nasi dan lauk pauk, makanan menyengat, serta makanan siap saji lainnya.
"Masker dapat dibuka sementara waktu hanya pada saat berbuka puasa," melansir Instagram @pt_transjakarta.
Berikutnya, penumpang wajib memakai masker kembali setelah makan dan minum.
Pada saat melepas masker, penumpang tidak diperkenankan untuk berbicara baik secara langsung ataupun melalui telepon genggam.
Penumpang juga diwajibkan menjaga kebersihan dan ketertiban bersama.
Sementara itu, PT MRT Jakarta mengeluarkan aturan buka puasa Ramadan 1443 Hijriah saat berada dalam rangkaian kereta dan stasiun. Aturan ini diperuntukkan bagi penumpang MRT Jakarta.
Menurut Instagram @mrtjkt, PT MRT Jakarta mengizinkan penumpang berbuka puasa dengan air mineral dan buah kurma.
"Yang tidak diperbolehkan teh, kopi, sirup, soda atau minuman selain air mineral. Makanan kecil atau sejenisnya, nasi serta lauk pauk, dan makanan siap saji atau sejenisnya," dikutip dari unggahan Instagram resmi PT MRT Jakarta pada Senin 4 April 2022.
Terdapat beberapa hal lain yang perlu dipatuhi penumpang. Antara lain, hanya diperbolehkan makan dan minum saat waktu berbuka puasa tiba dengan catatan waktu maksimum buka puasa 10 menit sejak azan Magrib.
Selanjutnya, masker dapat dibuka sementara waktu saat berbuka dan digunakan kembali setelah selesai makan dan minum. Tidak diperkenankan untuk berbicara saat membuka masker.
Berikutnya, penumpang tetap menerapkan prokes. Tetap menjaga kebersihan di area stasiun dan kereta. Menyimpan dan tidak membuang sampah sampai menemukan tempat sampah terdekat.
Sebagai informasi, PT MRT Jakarta memperbolehkan penumpang berbuka puasa dalam rangkaian kereta api listrik selama Ramadan 1443 Hijriah.
"Selama bulan Ramadan, MRT Jakarta menerapkan kebijakan untuk memperbolehkan teman-teman membatalkan puasa saat berada di dalam Ratangga serta area berbayar yang ada di stasiun," demikian tulis @mrtjkt.**
Penulis: Teguh Nurtanto | Editor: Teguh Nurtanto